Pencarian

Gubernur Sumsel Herman Deru: Kelestarian Hutan di Hulu Jadi Kunci Debit Air dan Listrik Pagar Alam

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 00:00:01 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru: Kelestarian Hutan di Hulu Jadi Kunci Debit Air dan Listrik Pagar Alam
Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan kelestarian hutan di hulu menjadi kunci utama menjaga debit air dan pasokan listrik PLTA di Pagar Alam.

BANYUASIN — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengaitkan langsung kondisi hutan yang terjaga dengan pasokan listrik di Kota Pagar Alam. Menurutnya, seluruh kebutuhan listrik di wilayah otonom tersebut berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang debit airnya sangat bergantung pada kelestarian hutan di daerah hulu.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah, Kementerian Kehutanan, serta masyarakat yang selama ini menjaga kawasan hutan,” ujar Herman Deru dalam sambutannya, Jumat (7/8/2026).

Ia menambahkan, kejayaan dan keberlanjutan pembangunan di Sumsel tidak bisa dipisahkan dari kekayaan hutan yang menjadi habitat flora dan fauna. Kelestarian hutan juga disebutnya sebagai anugerah besar karena memberikan perlindungan dari potensi bencana alam.

Sumsel Relatif Terhindar dari Bencana Besar

Herman Deru mengingatkan bahwa ketika sejumlah wilayah di Indonesia dilanda bencana besar beberapa waktu lalu, Sumatera Selatan relatif terhindar dari dampak serupa. Kondisi itu diyakininya sebagai buah dari komitmen bersama dalam menjaga kawasan hutan.

“Saya mengapresiasi seluruh petugas di lapangan, namun penghargaan terbesar saya berikan kepada masyarakat yang telah menjaga hutan sebagai bagian dari kehidupan mereka,” katanya.

Menurut Gubernur, masyarakat Sumsel telah lama memiliki kearifan lokal dalam menjaga lingkungan. Tradisi lubuk larangan disebutnya berperan melindungi habitat ikan agar tetap lestari. Selain itu, ada pula kawasan hutan larangan yang dijaga berdasarkan kesadaran dan rasa memiliki yang tinggi dari warga.

Personel Polhut Minim, Pengawasan TNKS Butuh Perhatian

Meski komitmen masyarakat kuat, Herman Deru menyampaikan bahwa pengawasan kawasan hutan masih memerlukan penguatan, terutama dari sisi jumlah personel Polisi Kehutanan (Polhut). Ia menilai jumlah Polhut saat ini masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan luas kawasan hutan yang harus diawasi, termasuk Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang membentang lintas provinsi.

“Kami berharap adanya perhatian terhadap penambahan personel Polisi Kehutanan agar pengawasan kawasan hutan dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama para bupati dan wali kota, lanjutnya, terus mengajak masyarakat mencintai hutan melalui penguatan rasa memiliki terhadap lingkungan.

Ancaman Karhutla di Lahan Gambut 1,4 Juta Hektare

Gubernur juga menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dengan luas lahan gambut sekitar 1,4 juta hektare, Sumsel memiliki kerawanan tersendiri terhadap kebakaran yang penyebabnya bisa berasal dari faktor manusia maupun alam. Karena itu, upaya pencegahan menjadi prioritas utama.

Herman Deru menegaskan praktik perladangan berpindah sudah tidak lagi menjadi kebiasaan masyarakat Sumatera Selatan. Sebagian besar petani kini disebutnya mengelola lahan secara menetap.

Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Kehutanan beserta jajaran yang dinilai memberikan semangat baru bagi para pegiat kehutanan dan masyarakat Sumsel. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada dunia usaha yang berkontribusi mendukung upaya pelestarian hutan.

“Semoga sinergi ini terus terjaga sehingga kelestarian hutan Sumatera Selatan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” tutup Herman Deru.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: monpera.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks