PALEMBANG — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bergerak cepat mengatasi kesenjangan digital dengan menjalin kerja sama strategis bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan Telkomsel Enterprise. Kolaborasi ini difokuskan untuk memperkuat infrastruktur telekomunikasi dan menghilangkan 74 titik blank spot yang selama ini menghambat akses internet warga di daerah terpencil.
Kesepakatan itu mengemuka saat Bupati Muba, HM Toha Tohet, menerima jajaran manajemen Telkom Witel Sumbagsel di Kantor Perwakilan Musi Banyuasin, Palembang, Rabu (5/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi titik penting bagi pemerataan layanan telekomunikasi di kabupaten yang memiliki karakteristik geografis menantang tersebut.
Layanan Publik Muba Kini Bergantung pada Jaringan Internet
Bupati Toha menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama dalam tata kelola pemerintahan di Muba. Saat ini, hampir seluruh layanan publik di lingkungan Pemkab Muba telah beralih ke sistem daring dan berbasis digital.
“Pelayanan publik di Muba saat ini dominan menggunakan pelayanan digital dan sistem online. Karena itu saya sangat mendukung agar masyarakat Muba mendapatkan fasilitas telekomunikasi yang semakin baik, terutama untuk pelayanan publik maupun aktivitas bisnis,” ujar Toha dalam keterangannya.
Jarak Antarpermukiman Jadi Hambatan Utama Pembangunan BTS
General Manager Telkom Witel Sumbagsel, Yuniarti, memaparkan sejumlah tantangan teknis yang kerap menghambat pembangunan jaringan di Sumatera Selatan. Karakteristik wilayah yang luas dengan permukiman yang berjauhan membuat investasi pembangunan menara menjadi tidak efisien.
“Wilayah di Sumatera Selatan memiliki karakteristik jarak yang berjauhan. Selain itu, pasokan listrik yang belum stabil dan kasus pencurian baterai BTS juga sering menjadi penyebab hilangnya sinyal di beberapa lokasi,” jelas Yuniarti yang didampingi Account Manager Government Telkomsel, Muhammad Prima Putra.
Ia menambahkan, satu menara BTS pada umumnya hanya mampu menjangkau radius sekitar tiga kilometer dengan kapasitas sekitar seribu perangkat. Kondisi ini membuat perencanaan pembangunan infrastruktur di Muba membutuhkan kajian yang lebih matang dan investasi yang tidak sedikit.
74 Titik Blank Spot Jadi Prioritas Penanganan
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Muba, Daud Amri, menyebutkan bahwa saat ini masih ada 74 titik blank spot yang tersebar di sejumlah kecamatan. Titik-titik tersebut menjadi prioritas utama untuk segera mendapatkan layanan telekomunikasi yang memadai.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar wilayah-wilayah yang masih mengalami kesulitan sinyal dapat segera memperoleh layanan telekomunikasi yang memadai,” kata Daud.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Muba didampingi Asisten I Setda Muba Ardiansyah, Plt Kepala Dinkominfo Muba Daud Amri, serta Kabag Prokopim Agung Perdana. Turut hadir Manager Government Service Telkom Witel Sumbagsel, Bambang Eko Surya, dan Account Manager Government Telkom, Muhammad Ihsanuddin.