Pencarian

Sektor Pariwisata Tumbuh 13,14 Persen, Menko Airlangga Sebut Bisnis MICE Jadi Motor Penggerak

Senin, 03 Agustus 2026 • 14:33:39 WIB
Sektor Pariwisata Tumbuh 13,14 Persen, Menko Airlangga Sebut Bisnis MICE Jadi Motor Penggerak
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan paparan pertumbuhan sektor pariwisata di Sumatera Selatan.

SUMATERA SELATAN — Pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia mencatatkan rekor baru. Sektor yang ditopang penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman ini tumbuh 13,14 persen, melampaui sektor lain di tengah ketidakpastian ekonomi global. Angka itu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama 2026.

Data Kunjungan dan Tren Perjalanan Terbaru

Angka kunjungan pada Mei 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sebanyak 1,38 juta wisatawan mancanegara tercatat masuk Indonesia, sementara perjalanan wisatawan nusantara mencapai 106,16 juta.

Dari data tersebut, Airlangga menangkap pergeseran perilaku pelancong. "Terlepas dari ketidakpastian dan situasi global yang sulit diprediksi, Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama. Dan sektor pariwisata memimpin pertumbuhan sektoral dengan angka dua digit," ujarnya.

Perpaduan bisnis dan liburan kini menjadi pola dominan. Pelaku perjalanan cenderung memperpanjang masa tinggal setelah urusan kerja untuk menikmati destinasi wisata.

Peluang Indonesia sebagai Destinasi Business Event

Peluang itu mendorong Kementerian Pariwisata menggelar Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026. Ajang ini mempertemukan 200 seller industri event dan pariwisata dengan 220 buyers dari berbagai negara.

Segmen business event kini menyumbang 30,75 persen terhadap pasar global event management. Nilainya mencapai US$1,2 triliun pada 2024 dan diproyeksikan naik menjadi US$1,29 triliun pada 2025.

"Indonesia memiliki modal kuat untuk bersaing sebagai destinasi business event regional. Selain didukung hotel berbintang, ballroom berkapasitas besar, serta biaya penyelenggaraan yang kompetitif, Indonesia juga memiliki keragaman destinasi yang dapat dikembangkan sebagai lokasi business events," kata Organizing Committee IBEM 2026, Christine Besinga.

Pariwisata 5.0 dan Perencana Perjalanan AI

Pemerintah juga mempercepat transformasi digital melalui program Pariwisata 5.0. Tahun lalu, Kementerian Pariwisata meluncurkan MaiA, perencana perjalanan berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan platform Indonesia travel.

"Melalui program unggulan Pariwisata 5.0 kami, Indonesia terus mempercepat transformasi digital di sektor pariwisata. Tahun lalu, kami meluncurkan MaiA, sebuah perencana perjalanan berbasis AI melalui Indonesia travel, yang mempermudah penemuan destinasi sekaligus menjadikan proses perencanaan perjalanan lebih lancar dan personal," jelas Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Untuk mendukung ekosistem ini, Event by Indonesia (EBI) dikembangkan sebagai pusat data nasional penyelenggaraan event. Platform ini mencakup informasi MICE, seni budaya, olahraga, hingga kegiatan pariwisata di seluruh Indonesia.

Dampak bagi Industri Event dan Pariwisata Daerah

Integrasi penyelenggaraan event dengan destinasi unggulan dinilai mampu menciptakan nilai tambah ekonomi di daerah. Pendekatan ini sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui kunjungan peserta dan perpanjangan masa tinggal.

Dengan kombinasi infrastruktur memadai, biaya kompetitif, dan dukungan teknologi digital, Indonesia berpeluang memperkuat posisi sebagai destinasi business event kawasan. Informasi terkini mengenai program dan event dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi Kementerian Pariwisata.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks