MEDAN — Ketegangan antara eksekutif dan legislatif di Sumatera Utara mencuat setelah Gubernur Bobby Nasution memutuskan walkout dari Rapat Paripurna DPRD Sumut. Sikap ini langsung mendapat respons keras dari Pimpinan DPRD Sumut yang juga politisi Partai NasDem, Ricky Anthony.
"Bagi NasDem tidak ada kata lain yang bisa menggambarkan hal ini selain ‘arogan’. NasDem minta sikap seperti ini dihentikan," tegas RA, sapaan akrab Ricky Anthony, Senin (27/7/2026) pagi.
Menurut Ricky, tidak ada alasan bagi seorang gubernur untuk meninggalkan ruang sidang secara emosional. Pasalnya, interupsi yang terjadi saat itu datang dari anggota dewan kepada pimpinan sidang, dan sama sekali tidak menyinggung gubernur secara pribadi.
Kronologi: Interupsi Kuorum yang Memicu Walkout Massal
Peristiwa ini bermula saat rapat paripurna memasuki sesi akhir, yakni penandatanganan keputusan bersama. Tiba-tiba, salah satu anggota dewan mempertanyakan kuorum sidang sesaat sebelum Ketua DPRD Sumut mengambil keputusan.
Alih-alih bersabar menunggu proses tanya jawab antara anggota dan pimpinan dewan selesai, Gubernur Bobby justru memilih keluar ruangan. Langkah ini kemudian diikuti oleh seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir atas perintahnya.
"Semestinya, tak ada alasan bagi gubernur untuk ‘ngambek’ dan meninggalkan ruangan," ujar RA.
Akibat Langsung: Paripurna Mandek Tanpa Tanda Tangan Gubernur
Keputusan walkout Gubernur Bobby dinilai sangat disayangkan karena membuat paripurna tidak bisa dilanjutkan. Proses penandatanganan keputusan bersama yang menjadi agenda utama rapat tersebut batal dilakukan karena gubernur yang seharusnya membubuhkan tanda tangan justru meninggalkan ruangan.
"Meski, pada momen tersebut sidang paripurna berlangsung dengan lancar sebagaimana mestinya. Hanya tinggal memasuki sesi terakhir," tulis laporan dari Topmetro News.
Berbagai elemen masyarakat turut menyayangkan sikap Gubernur Bobby yang walkout 'tanpa pamit' tersebut. Sikap ini dianggap tidak mencerminkan kenegarawanan seorang kepala daerah dalam berinteraksi dengan lembaga legislatif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Gubernur Sumut terkait kritikan dari Fraksi NasDem tersebut. Fraksi lain di DPRD Sumut juga belum memberikan pernyataan sikap atas insiden ini.