PALEMBANG — Lonjakan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan memaksa pemerintah mempercepat langkah mitigasi. Hingga Juni 2026, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera mencatat area terbakar mencapai 664,87 hektar, jauh di atas capaian tahun lalu yang hanya 374,8 hektar pada periode yang sama.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, menyatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai dijalankan sebagai bagian dari strategi pencegahan dan pemadaman terpadu. "Semua upaya pencegahan dan pemadaman ini menjadi rangkaian yang tidak terputus. OMC hanya satu bagian dari rangkaian itu," ujarnya, Senin (20/7/2026).
OMC Bergantung pada Awan Potensial
Ferdian menjelaskan, pelaksanaan OMC tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada keberadaan awan potensial yang bisa disemai untuk menghasilkan hujan.
Lokasi penyemaian pun tidak selalu berada di wilayah yang sedang terbakar. Pergerakan awan menjadi penentu utama. "Untuk modifikasi cuaca tentunya tidak hanya di Kabupaten OKI. Semua lokasi rawan bisa menjadi sasaran dengan catatan ada awan potensial," kata Ferdian.
Ia mencontohkan, pada hari Senin (20/7), awan potensial hanya terpantau di sekitar Kabupaten Musi Rawas dan Lahat. "Hari ini misalnya, awan hanya ada di sekitar Musi Rawas dan Lahat sehingga bisa saja nanti diarahkan ke sana," tuturnya.
Hampir Seluruh Sumsel Alami Hari Tanpa Hujan
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan saat ini mengalami periode hari tanpa hujan (HTH) yang cukup panjang. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena keberhasilan OMC sepenuhnya bergantung pada keberadaan awan potensial.
"OMC ini bisa fleksibel di kabupaten mana yang membutuhkan untuk isu karhutla, tetapi tetap bergantung apakah ada awan potensial atau tidak," ujar Ferdian.
Pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau perkembangan titik api serta kesiapan personel dan peralatan pemadaman di lapangan. Operasi modifikasi cuaca akan terus dilakukan selama kondisi atmosfer masih memungkinkan.