PALEMBANG — Kegiatan yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Palembang ini bertajuk Sinkronisasi Pertumbuhan Ekonomi yang Maju dan Berkeadilan. Acara berlangsung di Aula Bapperida Kota Palembang dan dihadiri oleh para pelaku UMKM dari berbagai sektor.
Mengapa Legalitas dan KI Penting bagi UMKM?
Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Sumsel, Yenni, yang menjadi narasumber utama, menjelaskan bahwa pendaftaran KI bukan sekadar urusan administrasi. Langkah ini merupakan strategi bisnis untuk memberikan kepastian hukum atas inovasi dan karya yang dihasilkan pelaku UMKM.
“Pendaftaran KI menjadi langkah strategis untuk melindungi produk dari pemalsuan maupun klaim pihak lain,” ujar Yenni dalam materinya. Ia menambahkan, perlindungan ini secara langsung dapat meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing usaha di pasar yang semakin kompetitif.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Kota
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kota Palembang, Kapiatul Ahliah, yang membuka acara tersebut, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen nyata Pemkot Palembang. Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada perlindungan KI, tetapi juga pada penguatan kualitas kemasan dan legalitas usaha secara menyeluruh.
“Upaya ini diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM naik kelas sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” kata Kapiatul Ahliah dalam sambutannya.
Layanan Konsultasi dan Materi Tambahan
Untuk memudahkan peserta, Kanwil Kemenkum Sumsel juga menyediakan helpdesk yang melayani konsultasi dan pendaftaran Kekayaan Intelektual serta Perseroan Perorangan. Tim yang bertugas antara lain Analis Kekayaan Intelektual Muda M. Ferdi Pebriadi, Analis Kekayaan Intelektual Pertama Hilda Mega Marcella, dan Helpdesk AHU Syawal Apriadi.
Selain materi tentang KI, peserta juga mendapatkan wawasan dari Ariyanto, perwakilan BRIDA Provinsi Sumatera Selatan. Ia menyampaikan materi mengenai teknik dan manfaat pengalengan produk UMKM sebagai salah satu cara memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai jual produk lokal.