MUARA ENIM — Kecamatan Gelumbang menjadi titik konsentrasi penanganan karhutla di Kabupaten Muara Enim. BPBD setempat memetakan wilayah itu sebagai daerah rawan kebakaran saat kemarau panjang melanda. Posko siaga kini diisi personel BPBD yang dibantu masyarakat relawan api untuk memantau titik api secara berkala.
Lima Kasus Karhutla Sudah Terjadi, Lahan 5,5 Hektare Hangus
Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim Abdurrozieq Putra mengungkapkan, sejak Juni 2026 hingga pekan ini tercatat lima kasus karhutla di Gelumbang. Total luas lahan yang terbakar mencapai 5,5 hektare. "Pembentukan posko perlu dilakukan agar peristiwa karhutla dapat ditanggulangi sedini mungkin," ujarnya saat dihubungi dari Palembang, Kamis.
Status Siaga Darurat Berlaku 123 Hari
Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 1 Mei lalu. Status ini akan berlaku hingga 31 Agustus 2026 — total 123 hari. Penetapan itu sekaligus menjadi dasar pengaktifan posko dan mobilisasi peralatan pemadam di lapangan.
12 Motor Pemadam Disiagakan, Bisa Semprot Air dari Sungai
Untuk menjangkau area yang sulit dilalui mobil damkar, BPBD menyiagakan 12 unit kendaraan roda dua dan roda tiga yang dimodifikasi. Setiap motor dilengkapi pompa keong yang digerakkan mesin kendaraan. Alat ini mampu menyedot air dari sungai atau mobil suplai damkar, lalu menyemprotkannya ke titik api.
"Cara kerja motor jelajah pemadam api ini dengan menambah alat yaitu pompa keong pada mesin kendaraan," jelas Abdurrozieq.
Peralatan Pendukung: 30 Pompa, 200 Rol Selang, dan Mobil Tangki
Selain motor pemadam, BPBD Muara Enim juga menyiapkan peralatan pendukung berupa 30 unit mesin pompa, 200 rol selang, satu mobil rescue, dan satu mobil tangki air. Peralatan itu disebar di posko Gelumbang dan titik-titik strategis lain yang rawan kebakaran.
Abdurrozieq menambahkan, koordinasi dengan relawan api dan masyarakat sekitar terus diperkuat. "Kami berharap karhutla bisa ditanggulangi sedini mungkin agar tidak meluas dan menimbulkan bencana kabut asap," pungkasnya.