BANYUASIN — Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 01.53 WIB. Saat itu, korban bersama tiga rekannya hendak memperbaiki perahu jukung yang terparkir di pinggir dermaga. Menurut keterangan saksi, saat rekan-rekannya lebih dulu turun ke sungai, korban diduga melompat ke air dan langsung diterkam seekor buaya.
Para saksi sempat berupaya memanggil dan mencari korban di permukaan air. Namun, korban tak lagi terlihat. Kejadian itu pun segera dilaporkan ke Pos Pangkalan Sandar Penuguan Ditpolairud Polda Sumsel.
Penyisiran Sungai dan Olah TKP
Personel Kapal Polisi V-1038 Penuguan langsung bergerak ke lokasi. Setibanya di Desa Teluk Betung, petugas berkoordinasi dengan aparat desa dan masyarakat untuk menyisir aliran sungai yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban. Selain pencarian, tim juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan mendokumentasikan barang-barang milik korban, termasuk perahu jukung yang sedang diperbaiki.
Direktur Ditpolairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho menginstruksikan personel untuk mengoptimalkan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan. Area penyisiran terus diperluas di sepanjang aliran sungai.
Musibah Akibat Satwa Liar, Bukan Tindak Pidana
Dari penyelidikan awal, petugas belum menemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Kejadian ini diduga murni musibah akibat serangan satwa liar di habitat alaminya.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan komitmen pihaknya dalam memberikan pelayanan darurat. “Kami memastikan seluruh personel Ditpolairud Polda Sumatera Selatan bekerja secara maksimal dalam upaya pencarian korban dengan mengedepankan profesionalisme, koordinasi, dan keselamatan personel,” ujarnya.
Imbauan untuk Warga yang Beraktivitas di Perairan
Polda Sumsel mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan sungai, rawa, maupun pesisir agar selalu waspada, terutama pada malam hari. “Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan yang diketahui merupakan habitat satwa liar, serta segera melaporkan setiap keadaan darurat melalui layanan Kepolisian 110 atau kepada petugas terdekat,” tambah Kombes Pol Nandang.
Warga diimbau menghindari aktivitas seorang diri di lokasi rawan kemunculan buaya dan mematuhi arahan petugas demi meminimalkan risiko kecelakaan. Proses pencarian korban masih terus berlangsung hingga berita ini diturunkan.