KAYUAGUNG — Penghargaan diterima Bupati OKI H Muchendi Mahzareki dalam Penganugerahan Jamsostek Award 2026 Provinsi Sumatera Selatan. Capaian kepesertaan itu disebut sebagai hasil perluasan program jaminan sosial ketenagakerjaan yang dijalankan pemerintah daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan.
Dari 20.628 pekerja yang terlindungi, cakupannya tidak terbatas pada karyawan perusahaan formal. Pekerja informal dan kelompok rentan turut masuk dalam program, mulai dari petani, nelayan, sampai buruh harian.
Mengapa Pekerja Informal Jadi Sasaran Perluasan
Muchendi menyebut kelompok tersebut berperan besar dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, perlindungan terhadap mereka dinilai tidak bisa ditunda.
"Yang paling penting, semakin banyak pekerja di Ogan Komering Ilir yang terlindungi. Ke depan, cakupan perlindungan akan terus kami perluas, termasuk bagi pekerja yang selama ini belum mendapatkan perlindungan," kata Muchendi.
Pernyataan itu disampaikan usai acara penganugerahan di Hotel Aryaduta Palembang, Jumat 25 September 2026. Menurut Muchendi, perluasan kepesertaan menjadi bagian dari komitmen pemda memastikan pekerja punya perlindungan saat menghadapi risiko pekerjaan.
Petani hingga Nelayan Masuk Cakupan
Data kepesertaan menunjukkan pekerja dari berbagai sektor telah terdaftar. Selain buruh dan pekerja informal, petani dan nelayan di OKI termasuk kelompok yang mulai dijangkau program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Perlindungan tersebut mencakup risiko kerja yang selama ini jarang tersentuh skema jaminan formal. Bagi pekerja sektor ini, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan menjadi jaring pengaman ketika terjadi kecelakaan atau risiko lain saat bekerja.
Penghargaan Jadi Dorongan Perluas Cakupan
Muchendi menilai penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas capaian yang sudah ada. Menurutnya, Jamsostek Award menjadi motivasi untuk menjangkau lebih banyak pekerja yang belum terdaftar.
Pemkab OKI menyatakan akan terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Sasaran berikutnya adalah pekerja yang selama ini belum tersentuh program, baik di sektor formal maupun informal.