SUMATERA SELATAN — Krafton resmi menyelesaikan pertikaian hukum dengan jajaran pimpinan Unknown Worlds Entertainment, studio di balik game survival bawah laut Subnautica 2. Dalam kesepakatan yang diumumkan pekan ini, kedua pihak sepakat untuk mencabut seluruh tuntutan hukum yang masih berjalan. Sebagai bagian dari penyelesaian, Krafton akan membayarkan bonus kepada seluruh karyawan studio, dan Ted Gill kembali lengser dari kursi CEO.
Kronologi Singkat: Dari Pemecatan hingga Damai
Ketegangan dimulai pada pertengahan 2025 ketika Krafton memecat Gill bersama dua pendiri Unknown Worlds, Charlie Cleveland dan Max McGuire. Ketiganya kemudian menggugat Krafton, menuduh perusahaan Korea Selatan itu sengaja menunda perilisan Subnautica 2 hingga 2026 demi menghindari pembayaran bonus sebesar USD 250 juta (sekitar Rp 4,1 triliun). Bonus tersebut dijanjikan jika game mencapai target pendapatan tertentu pada tahun lalu.
Seorang hakim memerintahkan Krafton untuk mempekerjakan kembali Gill sebagai CEO pada Maret 2026. Game Subnautica 2 sendiri akhirnya dirilis dalam akses awal (early access) pada Mei 2026 dan langsung menuai sukses.
Bonus untuk Semua Karyawan, Bukan Hanya Petinggi
Kesuksesan Subnautica 2 terbukti menjadi pemicu pembayaran bonus. Hingga saat ini, game kooperatif tersebut telah terjual lebih dari 4 juta kopi — angka yang cukup untuk mengaktifkan klausul bonus dalam perjanjian akuisisi tahun 2021. Menurut Gill, tim pengembang akan menerima kompensasi yang "jauh lebih besar" dari yang ditetapkan dalam kesepakatan awal. Bonus akan dibayarkan dalam tiga cicilan tahunan kepada seluruh staf Unknown Worlds, termasuk mereka yang tidak bekerja di studio saat akuisisi terjadi.
"Kami sepakat untuk berpisah secara baik-baik," ujar Gill kepada Bloomberg. "Kepemimpinan baru adalah cara terbaik bagi studio untuk melangkah maju." Pengganti Gill akan diisi oleh kandidat eksternal, bukan dari internal perusahaan.
Pernyataan Resmi Krafton
Dalam pernyataan resmi kepada Engadget, Krafton mengonfirmasi bahwa semua proses hukum telah dihentikan. "Krafton, Inc., Unknown Worlds Entertainment, dan Ted Gill, Charlie Cleveland, dan Max McGuire telah mencapai penyelesaian bersama dan sepakat untuk mencabut semua proses hukum yang tertunda," tulis perwakilan Krafton. "Unknown Worlds dan Krafton kini fokus mendukung Subnautica 2, perjalanan akses awalnya menuju rilis versi 1.0 penuh, serta komunitas global yang telah membuat franchise ini begitu istimewa."
Nasib Subnautica 2 ke Depan
Dengan selesainya drama hukum ini, pengembangan Subnautica 2 dipastikan akan terus berlanjut di bawah kepemimpinan baru. Unknown Worlds tetap menjadi pengembang utama, sementara Krafton akan memberikan dukungan penuh demi kesuksesan game tersebut. Gill juga menyebut bahwa tim akan mendapatkan "insentif lebih lanjut" dari kesuksesan Subnautica 2 di masa mendatang.
Bagi penggemar game survival dan eksplorasi bawah laut, kabar ini berarti masa depan Subnautica 2 kini lebih pasti. Dengan tim yang solid dan insentif yang jelas, para pemain bisa berharap konten baru dan pembaruan berkala selama masa akses awal hingga perilisan penuh.