Pencarian

Gubernur Sumsel Herman Deru Minta OJK dan BI Perkuat Pembiayaan ke Pelaku Usaha Kelapa, Target Ekspor ke China dan Thailand

Selasa, 30 Juni 2026 • 23:57:31 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru Minta OJK dan BI Perkuat Pembiayaan ke Pelaku Usaha Kelapa, Target Ekspor ke China dan Thailand
Gubernur Sumsel Herman Deru mengajak OJK dan BI untuk memperkuat pembiayaan pelaku usaha kelapa demi ekspor ke China dan Thailand.

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat dukungan pembiayaan dan pendampingan bagi para pelaku usaha perkebunan kelapa. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan rantai pasok dan meningkatkan daya saing komoditas tersebut di pasar global.

Permintaan itu disampaikan Herman Deru saat meninjau langsung aktivitas di salah satu gudang kelapa di Palembang, Selasa. Gudang tersebut berfungsi sebagai sentra pengumpulan yang memasok kebutuhan ekspor ke sejumlah negara, seperti China, Thailand, dan Vietnam.

Thincar Pasar: Thailand Justru Jadi Tujuan Ekspor Kelapa Sumsel

Herman Deru mengungkapkan fakta menarik. Meskipun Thailand dikenal sebagai salah satu negara penghasil kelapa, komoditas asal Sumatera Selatan justru rutin dikirim ke sana.

"Ekspor kelapa asal Sumatera Selatan saat ini telah berjalan secara rutin ke China, Thailand, dan Vietnam," ujar Herman Deru.

Ia menambahkan, Thailand yang dikenal sebagai salah satu negara penghasil kelapa juga menjadi pasar tujuan ekspor komoditas tersebut. Ini menunjukkan kualitas kelapa Sumsel mampu bersaing di tingkat internasional.

Dukungan Pembiayaan untuk Pengusaha Muda

Gubernur menekankan bahwa dukungan lembaga keuangan sangat diperlukan agar pelaku usaha, khususnya pengusaha muda, memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan dan pengembangan usaha. Akses permodalan yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan volume ekspor.

"Perlu ada pendampingan dari OJK dan Bank Indonesia agar usaha seperti ini bisa terus berkembang dan memiliki akses pembiayaan yang lebih baik," katanya.

Herman Deru menegaskan bahwa pemerintah hadir sebagai fasilitator yang menjembatani berbagai kebutuhan pelaku usaha. Dengan begitu, usaha kecil dan menengah di sektor perkebunan kelapa dapat berkembang dan membuka lapangan kerja yang lebih luas.

Dampak Ekonomi: 90 Tenaga Kerja Terserap, Berpotensi Bertambah

Selain berkontribusi terhadap peningkatan ekspor daerah, usaha perkebunan kelapa juga memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Saat ini, usaha yang dijalankan telah mempekerjakan sekitar 90 orang dan berpotensi terus bertambah seiring meningkatnya permintaan pasar.

"Pemerintah hadir sebagai fasilitator, menjembatani berbagai kebutuhan pelaku usaha agar mereka dapat berkembang dan membuka lapangan kerja yang lebih luas," jelasnya.

Tantangan: Ribuan Hektare Tanaman Kelapa Tua Perlu Diremajakan

Potensi komoditas kelapa di Sumatera Selatan dinilai masih besar. Namun, sebagian tanaman kelapa telah berusia tua. Kondisi ini memerlukan program peremajaan dan perluasan areal tanam untuk menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi kelapa rakyat di Provinsi Sumatera Selatan pada 2025 mencapai 61,7 ribu ton. Sementara itu, luas areal perkebunan kelapa di Sumatera Selatan mencapai 69.239 hektare.

Sebagian besar lahan tersebut, atau sekitar 69,71 persen dari total luas, berpusat di Kabupaten Banyuasin yang memiliki lahan kelapa seluas 48.266 hektare. Angka ini menjadi modal besar sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan produktivitasnya tetap terjaga.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks