SUMATERA SELATAN — Megawati Soekarnoputri, putri dari Proklamator RI Soekarno, hadir langsung di tengah kerumunan warga yang antusias mengikuti rangkaian acara. Ia tampak berjalan santai sambil sesekali menyapa pengunjung yang memadati area taman. Kehadiran Megawati menjadi magnet tersendiri bagi para peserta festival yang sebagian besar adalah kader partai dan komunitas pencinta sejarah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga turut hadir mendampingi Megawati. Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyempatkan diri berkeliling melihat stan-stan pameran yang menampilkan berbagai dokumentasi dan artefak peninggalan Bung Karno. “Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada Bapak Bangsa. Semangatnya harus terus hidup,” ujar Pramono di sela acara.
Rangkaian Acara dan Antusiasme Pengunjung
Bung Karno Festival tahun ini menyajikan beragam kegiatan, mulai dari pameran foto sejarah, orasi kebangsaan, hingga pentas seni dan budaya. Panggung utama menampilkan pertunjukan musik bertema perjuangan yang dibawakan oleh grup-grup musik lokal. Pengunjung tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat pemutaran film dokumenter perjalanan hidup Soekarno.
Pantauan di lokasi, stan-stan kuliner dan kerajinan tangan juga menjadi daya tarik tersendiri. Warga dari berbagai daerah di Jabodetabek tampak sengaja datang sejak subuh untuk mendapatkan tempat terbaik. Beberapa pengunjung mengenakan atribut bernuansa merah putih sebagai bentuk penghormatan.
Makna di Balik Perhelatan Tahunan
Festival ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan upaya untuk merefleksikan kembali nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan Soekarno. Megawati, dalam sambutannya yang singkat, menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan. Ia mengingatkan bahwa semangat gotong royong adalah warisan paling berharga dari sang proklamator.
Pramono Anung menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung penuh penyelenggaraan festival ini sebagai bagian dari edukasi sejarah bagi generasi muda. “Anak-anak muda harus tahu siapa yang memperjuangkan kemerdekaan ini. Bukan untuk diingat sebagai mitos, tapi sebagai teladan,” kata Pramono.
Keterlibatan Komunitas dan Tokoh Nasional
Selain Megawati dan Pramono, sejumlah tokoh nasional dan budayawan juga turut hadir. Mereka terlibat dalam diskusi panel yang membahas pemikiran Bung Karno dalam konteks kekinian. Suasana diskusi berlangsung hangat, dengan peserta yang aktif bertanya dan berdebat mengenai relevansi Pancasila di era digital.
Bung Karno Festival digelar setiap tahun oleh Yayasan Bung Karno bersama sejumlah elemen masyarakat. Acara tahun ini dinilai lebih meriah dibanding edisi sebelumnya, dengan jumlah pengunjung yang diperkirakan mencapai ribuan orang sejak pagi hingga sore hari. Panitia menyediakan akses gratis bagi seluruh lapisan masyarakat.