Pencarian

Review Film The Last House di Netflix: Thriller Lockdown yang Kuat di Awal, Tapi Tamat di Tengah Jalan

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 09:05:31 WIB
Review Film The Last House di Netflix: Thriller Lockdown yang Kuat di Awal, Tapi Tamat di Tengah Jalan
Wagner Moura dan Greta Lee beradu peran dalam film thriller "The Last House" yang tayang di Netflix.

SUMATERA SELATAN — Adaptasi dari pengalaman karantina yang nyata, "The Last House" awalnya terasa seperti cermin yang jujur. Film ini berkisah tentang keluarga berempat yang terperangkap di rumah mereka di Seattle oleh kekuatan alam misterius. Mereka berkomunikasi dengan tetangga lewat tulisan di jendela, bertahan dengan stok DVD, dan menunggu—berhari-hari, berbulan-bulan, hingga bertahun-tahun—tanpa kepastian kapan bisa keluar. Premis ini sangat dekat dengan realitas yang kita rasakan saat pandemi, dan di sinilah kekuatan utama film ini berada.

Paruh Pertama yang Menyentuh: Ketika Karantina Terasa Nyata

Untuk sekitar satu jam pertama, "The Last House" adalah thriller yang efektif. Ketegangan dibangun perlahan melalui detail-detail kecil yang menghancurkan. Ada satu adegan di mana Jason (Wagner Moura) bertanya lewat tulisan kepada tetangga lansia apakah mereka punya cukup makanan, dan jawaban "tidak" yang diterimanya terasa dingin dan mencekam. Di adegan lain, Ann (Greta Lee) harus mengakui kepada anak-anaknya bahwa kulkas sudah kosong total.

Film ini tidak takut menampilkan sisi gelap dari isolasi. Sebuah lompatan waktu beberapa tahun di tengah film menjadi pukulan telak secara emosional. Momen-momen seperti pesta jalanan karantina, di mana setiap keluarga menari di rumah masing-masing namun tetap terhubung, memberikan napas segar di tengah keputusasaan. Sayangnya, ketegangan yang dibangun dengan baik ini mulai menguap seiring berjalannya durasi.

Masalah Utama: Babak Kedua yang Kehilangan Arah

Memasuki paruh kedua, film ini mencoba berganti genre menjadi monster movie yang lebih ambisius. Namun, peralihan nada ini terasa tiba-tiba dan membingungkan. Ketegangan psikologis yang dibangun dengan cermat di awal digantikan oleh efek visual yang kurang meyakinkan dan resolusi yang sudah bisa ditebak. Bahkan, ada adegan canggung tentang perdebatan keluarga untuk memakan anjing peliharaan mereka yang terasa seperti pengisi durasi daripada pengembangan cerita.

Pesan lingkungan yang coba disampaikan di akhir film juga terasa menggurui dan dipaksakan. Alih-alih membuat penonton berpikir, penjelasan verbal yang eksplisit justru menghilangkan nuansa yang sudah susah payah dibangun. Bakat akting Moura dan Lee terbuang sia-sia karena naskah di babak kedua tidak memberi mereka ruang untuk berkembang.

Kelebihan dan Kekurangan The Last House

  • Kelebihan: Premis awal yang kuat dan relevan dengan pengalaman penonton.
  • Kelebihan: Akting solid dari Wagner Moura dan Greta Lee di paruh pertama.
  • Kekurangan: Peralihan nada yang janggal dari thriller psikologis ke monster movie.
  • Kekurangan: Final yang klise dan pesan moral yang disampaikan dengan terlalu gamblang.
  • Kekurangan: Durasi hampir dua jam terasa terlalu panjang untuk premis yang ditawarkan.

Verdict: Layak Tonton Sekali, Tapi Bukan yang Terbaik

"The Last House" adalah contoh frustasi dari film yang bermain terlalu cepat di awal. Ia menawarkan pengalaman sinematik yang menggugah tentang isolasi, tetapi gagal memberikan resolusi yang memuaskan. Jika kamu mencari tontonan yang mengingatkanmu pada masa-masa lockdown dengan akting yang kuat, film ini layak untuk dicoba. Namun, jika kamu berharap melihat evolusi premis yang cerdas menjadi sebuah kesimpulan yang berdampak, kamu mungkin akan merasa kecewa.

Film ini adalah bukti bahwa premis yang bagus saja tidak cukup tanpa eksekusi yang konsisten. Dengan rating 3/5 dari Tom's Guide, "The Last House" adalah tontonan sekali habis yang tidak akan masuk dalam daftar film terbaik Netflix tahun ini. Kamu bisa menontonnya sekarang di platform streaming Netflix.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks