SUMATERA SELATAN — Kepulangan Van Bronckhorst ke De Kuip terkonfirmasi pada pekan ini. Pelatih yang sempat membesut Rangers dan Besiktas itu langsung diikat kontrak hingga 2027. Ia meninggalkan posisinya sebagai asisten Arne Slot di Liverpool sejak awal bulan ini, menyusul pemecatan sang pelatih asal Belanda tersebut.
Dari Pemain Muda hingga Arsitek Tim: Tiga Periode Bersama Feyenoord
Ini bukan kali pertama Van Bronckhorst menukangi Feyenoord. Sebelumnya, ia menangani tim utama dari 2015 hingga 2019. Dalam periode itu, ia mempersembahkan dua Piala KNVB berturut-turut dan satu gelar Eredivisie pada 2017 — sebuah pencapaian yang mengukuhkan namanya sebagai pelatih sukses di klub masa kecilnya.
Van Bronckhorord bahkan sudah menjadi bagian dari Feyenoord sejak usia tujuh tahun. Ia menjalani lima tahun sebagai pemain di tim senior (1993-1998), lalu kembali untuk tiga musim terakhir kariernya pada 2007-2010.
Karier Pelatih: Antara Sukses di Skotlandia dan Rentetan Hasil Buruk di Turki
Seusai meninggalkan Feyenoord, Van Bronckhorst mencoba peruntungan di luar negeri. Ia membawa Rangers ke final Liga Europa 2022, meski akhirnya angkat kaki dari Ibrox pada akhir tahun yang sama. Petualangan berikutnya di Besiktas berlangsung singkat: hanya lima bulan pada 2024. Meski sempat memenangi Piala Super Turki, ia dipecat setelah serangkaian hasil negatif.
Kini, setelah setengah musim menjadi asisten di Anfield, ia kembali ke pangkuan Feyenoord. "Saat Anda menjadi bagian dari klub sejak usia tujuh tahun… ya, Feyenoord adalah bagian besar dari hidup saya," ujar Van Bronckhorst dalam pernyataan resmi klub.
Mengapa Robin van Persie Dipecat?
Van Persie, yang juga legenda Feyenoord, dianggap gagal mempertahankan konsistensi tim. Dalam 16 bulan masa baktinya, ia hanya mampu membawa tim bertengger di papan tengah Eredivisie musim ini. Manajemen klub menilai hasil tersebut tidak sebanding dengan ambisi Feyenoord yang ingin kembali bersaing memperebutkan gelar juara.
Target Musim Depan: Kembali ke Puncak Eredivisie
Dengan pengalaman domestik dan Eropa yang dimiliki, Van Bronckhorst diharapkan bisa langsung membangun kembali fondasi tim. Feyenoord saat ini tengah bersiap menghadapi musim 2025/2026 dengan agenda padat: mempertahankan posisi di papan atas Eredivisie dan tampil kompetitif di Liga Champions.
Kontrak dua tahun plus opsi ini memberi ruang bagi Van Bronckhorst untuk merekrut pemain sesuai kebutuhannya. Namun, tekanan langsung datang dari suporter yang menuntut perbaikan instan setelah musim yang mengecewakan di bawah Van Persie.