Pencarian

Cemburu Buta, Pria di Empat Lawang Tikam Sahabat Sendiri hingga Tewas, Pelaku Akui Puas Tak Ada Lagi Rasa Penasaran

Selasa, 02 Juni 2026 • 15:37:01 WIB
Cemburu Buta, Pria di Empat Lawang Tikam Sahabat Sendiri hingga Tewas, Pelaku Akui Puas Tak Ada Lagi Rasa Penasaran
Pria di Empat Lawang menikam sahabatnya hingga tewas akibat dugaan perselingkuhan.

EMPAT LAWANG — Tragedi pembunuhan yang dipicu dugaan perselingkuhan antara seorang pria dengan istri sahabatnya sendiri mengguncang warga Desa Gunung Meraksa Lama, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang. Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (28/5) dini hari di rumah pelaku, Idham Dermawan (35), yang nekat menghabisi nyawa teman dekatnya, Agmi (35).

Kabag Ops Polres Empat Lawang Kompol Nusirwan mengungkapkan, peristiwa berawal dari kecurigaan Idham terhadap istrinya, Pipin Desmini. Idham mencurigai istrinya memiliki hubungan khusus dengan Agmi yang kerap berkomunikasi melalui Facebook Messenger.

Awal Mula Kecurigaan dan Upaya Pelaku Membuktikan Dugaan

"Berawal dari pelaku yang curiga istrinya, Pipin Desmini, yang diduga selingkuh dan sering berkomunikasi dengan korban melalui Facebook Messenger," kata Kompol Nusirwan kepada wartawan, Selasa (2/6).

Untuk memastikan kecurigaannya, Idham meminjam ponsel istrinya dan berusaha membuka percakapan dengan Agmi. Namun, usahanya gagal karena percakapan tersebut hanya bisa diakses dengan PIN pengaman. Sang istri pun membantah dan mengaku tidak mengetahui PIN tersebut.

Tak puas dengan hasil itu, Idham mengambil langkah lain. Ia menggunakan ponsel istrinya untuk menghubungi Agmi melalui WhatsApp. Tak lama kemudian, korban menelepon balik. Idham lalu memaksa istrinya untuk mengangkat telepon dan mendengarkan seluruh percakapan dari samping.

"Dalam percakapan itu, korban mengaku rindu dan ingin datang ke rumah pelaku. Korban juga sempat melakukan video call dan pelaku menyuruh istrinya menjawab panggilan video tersebut dan memancing korban untuk datang ke rumah," jelasnya.

Emosi Memuncak, Pelaku Siapkan Senjata Sebelum Korban Tiba

Percakapan itu membuat Idham yakin bahwa Agmi memiliki hubungan terlarang dengan istrinya. Kekecewaan bertambah karena Agmi adalah sahabat dekat yang sering berkunjung dan bahkan menginap di rumahnya. Sebelum korban datang, Idham telah mempersiapkan senjata berupa pisau dan tombak.

Tidak lama berselang, Agmi tiba dan hendak masuk melalui pintu dapur. Namun, kedatangannya langsung disambut serangan Idham yang telah menunggu. "Korban sempat mencoba melawan dengan mengeluarkan senjata tajam, tapi pelaku terlebih dahulu menyerang dan menikam korban menggunakan pisau berkali-kali hingga korban tewas," kata Kompol Nusirwan.

Pelaku Sempat Melarikan Diri, Kini Jalani Proses Hukum

Usai kejadian, Idham melarikan diri ke arah Kota Lubuklinggau. Namun, setelah polisi berkomunikasi dengan keluarga pelaku untuk mencegah potensi aksi balas dendam dari keluarga korban, Idham akhirnya memutuskan menyerahkan diri. Saat ini, pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum.

Polisi menjerat Idham dengan Pasal 458 KUHPidana maupun Pasal 459 KUHPidana. Ancaman hukumannya berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun. "Tersangka sudah kami amankan juga proses hukum lebih lanjut," tegas Kompol Nusirwan.

Pengakuan Pelaku: Saya Puas karena Tidak Ada Lagi Rasa Penasaran

Di hadapan polisi, Idham mengungkapkan bahwa dirinya dan Agmi memiliki hubungan pertemanan yang sangat dekat. Korban kerap datang ke rumahnya hingga larut malam, bahkan beberapa kali menginap. Kedekatan itulah yang menjadi awal mula seringnya Agmi bertemu dengan istrinya hingga memicu dugaan perselingkuhan.

"Saya mengakui jika membunuh itu salah, tidak sengaja saya melakukan itu. Tapi saya puas karena tidak ada lagi rasa penasaran," katanya.

Bagikan
Sumber: ntvnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks