PALEMBANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ogan Ilir berhasil dipadamkan oleh tim gabungan Manggala Agni, TNI, Polri, dan BPBD pada Minggu (26/7). Total lahan yang terbakar mencapai sekitar 15 hektare yang tersebar di dua lokasi berbeda. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto di Palembang, Senin, mengatakan kebakaran terjadi di Kecamatan Indralaya Utara dan Kecamatan Pemulutan.
Lahan Gambut 10 Hektare Terbakar di Indralaya Utara
Kebakaran pertama terjadi di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara. Api membakar sekitar 10 hektare lahan bergambut yang ditumbuhi semak belukar, akasia, dan gelam. Tim Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin bergerak ke lokasi setelah petugas piket melihat kepulan asap dari pondok kerja.
Operasi pemadaman berlangsung mulai pukul 14.19 WIB hingga 18.07 WIB. Luas area yang berhasil dipadamkan sekitar tiga hektare. Pemadaman melibatkan dua regu Manggala Agni yang didukung personel TNI, Polri, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, BPBD Provinsi Sumatera Selatan, serta dua unit helikopter water bombing.
Lahan Mineral 5 Hektare Terbakar di Pemulutan
Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Desa Ibul Besar I, Kecamatan Pemulutan. Sekitar lima hektare lahan mineral yang ditumbuhi semak belukar, purun, dan gelam terbakar. Informasi kebakaran diterima dari petugas Tol Kapal Betung.
Tim kemudian melakukan pemadaman darat sejak pukul 18.34 WIB hingga 21.40 WIB dan berhasil mengendalikan api pada area seluas sekitar dua hektare. "Saat ini kondisi kebakaran sudah padam dan seluruh area yang terbakar telah berhasil dikendalikan," ujar Ferdian Krisnanto.
Lahan Milik Warga di Area Penggunaan Lain
Berdasarkan laporan Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin, kedua kejadian karhutla tersebut berada di Area Penggunaan Lain (APL). Lokasi kebakaran di Desa Sungai Rambutan diketahui merupakan lahan milik masyarakat. Meski kondisi cuaca didominasi cerah hingga cerah berawan dengan kecepatan angin berkisar 5-9 kilometer per jam, operasi pemadaman berjalan efektif sehingga seluruh titik api dapat dipadamkan dan tidak lagi mengancam permukiman warga.
Prioritas Pengamanan Rumah Warga
Salah satu lokasi kebakaran berada di dekat permukiman warga sehingga tim gabungan lebih dahulu memprioritaskan pengamanan rumah penduduk agar api tidak merambat. "Kebakaran terjadi di dekat permukiman warga sehingga tim sempat fokus untuk mengamankan rumah warga terlebih dahulu," kata Ferdian Krisnanto.