PALEMBANG — Lonjakan volume kendaraan di ruas Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih (Palindra & Indraprabu) pada H-1 Idul Adha menjadi indikator kuat pergerakan masyarakat Sumatera Selatan yang memanfaatkan libur panjang. PT Hutama Karya (Persero) mencatat, sebanyak 19.004 kendaraan melintas pada Rabu (26/5/2026), naik signifikan dari rata-rata harian yang biasanya berkisar 13.000 unit.
Mengapa Lonjakan di Tol Palindra Lebih Tinggi dari Ruas Lain?
Kenaikan 46,26 persen di Tol Palindra melampaui rata-rata peningkatan di seluruh Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dikelola Hutama Karya, yang mencapai 44,32 persen dengan total 135.262 kendaraan. Plt EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa ruas ini menjadi jalur utama penghubung antara Palembang dengan kawasan penyangga seperti Indralaya dan Prabumulih, sekaligus akses menuju destinasi wisata dan pusat aktivitas warga.
Perbandingan: Tol Padang–Sicincin Melonjak 137 Persen, Palindra Paling Ramai Nominal
Meskipun secara persentase, Tol Padang–Sicincin mencatat kenaikan tertinggi mencapai 137,22 persen (4.066 kendaraan) dan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar naik 98,34 persen (8.344 kendaraan), volume absolut di Tol Palindra tetap yang tertinggi di antara ruas non-utama. Sementara itu, Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung mencatat 15.073 kendaraan (naik 22,22 persen) dan Tol Pekanbaru–Dumai 17.460 kendaraan (naik 25,37 persen). Data ini menunjukkan bahwa Sumatera Selatan menjadi salah satu episentrum mobilitas mudik Idul Adha di Pulau Sumatera.
Kesiapan Hutama Karya: Monitoring dan Imbauan Saldo Elektronik
Menghadapi lonjakan ini, Hutama Karya memperkuat pengawasan kondisi lalu lintas secara berkala dan berkoordinasi dengan pihak terkait. “Kami terus memastikan kesiapan layanan Jalan Tol Trans Sumatera selama periode libur panjang melalui monitoring operasional dan kesiapan petugas di lapangan,” ujar Hamdani dalam keterangan resmi di Palembang, Kamis.
Pengguna jalan diimbau memastikan kondisi kendaraan laik jalan, pengemudi dalam kondisi prima, dan saldo uang elektronik mencukupi sebelum melakukan perjalanan. “Jika merasa lelah atau mengantuk, pengendara diminta beristirahat di rest area terdekat dan tidak memaksakan perjalanan,” tambahnya. Informasi lalu lintas terkini dapat diakses melalui akun media sosial Hutama Karya, aplikasi Mozy, atau situs resmi perusahaan.
Apa Dampak Lonjakan Ini bagi Warga Sumsel?
Bagi warga Palembang dan sekitarnya, lonjakan ini berarti peningkatan waktu tempuh, terutama di gerbang tol utama. Namun, di sisi lain, ini juga menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal di kawasan yang terhubung, seperti destinasi wisata di Ogan Ilir dan Prabumulih. Hutama Karya mengimbau pengendara untuk mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan demi keselamatan bersama selama arus balik nanti.