PALEMBANG — Kondisi kelistrikan di wilayah kerja PLN UID S2JB diproyeksikan aman dengan daya mampu pasok mencapai 4.239 Megawatt (MW). Sementara itu, beban puncak saat Iduladha diperkirakan hanya 1.679 MW, menyisakan cadangan daya sebesar 2.560 MW untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Posko Siaga Tersebar di 324 Titik
PLN UID S2JB mendirikan 324 posko siaga yang tersebar di seluruh wilayah operasional. Rinciannya mencakup 6 posko transmisi, 2 posko pengatur beban, 315 posko distribusi, dan 1 posko siaga bersama Icon+.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, menegaskan bahwa seluruh personel telah disiapkan untuk mengamankan sistem kelistrikan. “PLN UID S2JB berkomitmen memberikan layanan kelistrikan terbaik bagi masyarakat selama Hari Raya Iduladha,” ujarnya.
Peralatan Pendukung dan Prioritas Lokasi Ibadah
Untuk mendukung operasi siaga, perusahaan menyiagakan 25 unit genset, 11 unit UPS, 59 Unit Gardu Bergerak (UGB), 12 unit crane, 263 unit kendaraan roda dua, dan 143 unit kendaraan roda empat. Peralatan ini disebar di titik-titik strategis guna mempercepat respons jika terjadi gangguan.
Pengamanan kelistrikan difokuskan pada 81 lokasi masjid prioritas. Tiga masjid utama menjadi perhatian khusus, yakni Masjid Agung SMB II di Sumatera Selatan, Masjid Agung Al Falah di Jambi, dan Masjid Raya Baitul Izzah di Bengkulu. Selain itu, 150 lokasi VVIP/VIP seperti kantor pemerintahan dan fasilitas TNI/Polri juga diamankan.
Infrastruktur Kendaraan Listrik Juga Disiagakan
PLN UID S2JB turut memastikan kesiapan ekosistem kendaraan listrik. Sebanyak 83 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 72 lokasi di Sumsel, Jambi, dan Bengkulu siap melayani pemudik yang menggunakan mobil listrik.
Diksi menambahkan, seluruh unit telah melakukan asesmen risiko, inspeksi peralatan, dan pemeliharaan preventif sebelum masa siaga dimulai. “Momentum Idul Adha merupakan momen penting bagi masyarakat. Karena itu, PLN hadir dengan kesiapan maksimal agar masyarakat dapat beribadah, berkumpul bersama keluarga, hingga menjalankan aktivitas tanpa khawatir terhadap pasokan listrik,” tutup Diksi.