PRABUMULIH — Pemerintah Kota Prabumulih melalui Wakil Wali Kota Franky Nasril menggelar rapat koordinasi pengendalian inflasi tahun 2026. Agenda ini menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Rapat yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota Prabumulih itu dihadiri perwakilan dari berbagai instansi, mulai dari Badan Pusat Statistik (BPS), Polres, Inspektorat, hingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Turut hadir pula Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Bappeda, Bapenda, dan BPKAD.
Mengapa Rakor Ini Digelar Sekarang?
Franky Nasril dalam sambutannya menekankan bahwa rakor ini bukan sekadar seremonial tahunan. Pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan distribusi barang tetap lancar, terutama saat mendekati hari-hari besar atau musim tertentu yang rawan kenaikan harga.
“Dalam berbagai kesempatan, Pemerintah Kota Prabumulih menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan harga pasar, menjaga ketersediaan stok pangan, serta menjalankan berbagai program strategis sebagai upaya menekan laju inflasi daerah,” ujar Franky Nasril dalam sambutannya.
Langkah Konkret yang Disiapkan Pemkot
Melalui rakor ini, sejumlah langkah terukur mulai disusun. Pemantauan harga pasar secara berkala menjadi agenda utama, disertai dengan pemetaan ketersediaan stok pangan di gudang distributor dan pedagang. Pemerintah Kota Prabumulih juga akan mengaktifkan kembali operasi pasar jika ditemukan lonjakan harga yang signifikan.
Koordinasi dengan Bulog dan distributor pangan juga menjadi sorotan. Tujuannya, memastikan pasokan beras, minyak goreng, gula, dan bahan pokok lainnya tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Siapa Saja yang Terlibat dalam Pengendalian Inflasi?
Rakor ini dihadiri oleh jajaran perangkat daerah yang memiliki peran langsung dalam rantai pasok dan pengawasan harga. Mulai dari Dinas Ketahanan Pangan yang bertugas mengelola stok, Disperindag yang memantau harga di pasar, hingga BPS yang menyediakan data inflasi riil. Polres Prabumulih juga dilibatkan untuk mengantisipasi praktik penimbunan barang.
Franky Nasril menambahkan, melalui rapat koordinasi ini diharapkan tercipta langkah-langkah yang efektif, terukur, dan tepat sasaran dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
FAQ: Apa yang Perlu Diketahui Warga Prabumulih?
Apa penyebab utama inflasi di Prabumulih?
Inflasi di Prabumulih umumnya dipicu oleh kenaikan harga pangan menjelang hari besar keagamaan, cuaca ekstrem yang mengganggu distribusi, serta fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM).
Bagaimana cara warga melaporkan harga sembako yang melonjak?
Masyarakat dapat melaporkan temuan harga sembako yang tidak wajar ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Prabumulih atau melalui posko pengaduan yang disediakan pemerintah kota.