MUSI BANYUASIN — PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 mengonfirmasi temuan cadangan minyak baru di wilayah kerja Ramba Field, tepatnya di kompartemen Utara-Timur Laut Mangunjaya. Sumur MJ-169 yang mulai ditajak pada 3 Mei 2026 lalu menunjukkan hasil uji alir awal yang melampaui ekspektasi.
Mengapa Sumur Ini Berbeda dari Sumur Lain di Sekitarnya?
Sumur MJ-169 tidak menambang dari lapangan yang sudah ada. Sumur ini menembus new pool compartment—sebuah blok reservoir yang terisolasi oleh patahan penyekat (fault sealing) dari Blok Central Mangunjaya yang sudah berproduksi selama ini. Artinya, ini adalah kantong minyak yang benar-benar baru, meski secara administratif masih dalam satu lapangan.
Keunikan ini membuat potensi reservoir lapisan PLB-G pada sumur tersebut masih dalam kondisi pressure virgin, atau belum pernah tersentuh produksi sebelumnya. General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, menyebut keberhasilan ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut di kompartemen yang sama.
“Keberhasilan pengembangan Sumur MJ-169 berpotensi membuka pengembangan baru di kompartemen Utara-Timur Laut Mangunjaya. Ke depan, perusahaan akan terus melakukan pengembangan secara terukur dan berkelanjutan untuk memaksimalkan volume produksi,” ujar Djudjuwanto, Selasa (26/5/2026).
Angka Produksi dan Kontribusinya untuk Sumbagsel
Pada uji alir awal tanggal 19 Mei 2026, sumur ini memproduksi minyak hingga 1.857 barel per hari (BOPD). Jika dibandingkan dengan target produksi Ramba Field tahun 2026 yang sebesar 4.453 BOPD, sumur tunggal ini berkontribusi nyaris 42 persen dari total target lapangan.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, mengapresiasi kerja tim PEP Zona 4. Menurutnya, capaian ini memberikan peran luar biasa bagi produksi migas di wilayah Sumatera Bagian Selatan. “Blok Utara-Timur Laut Mangunjaya ini merupakan new pool compartment yang dipisahkan dengan fault sealing dengan area compartment MJ existing,” jelas Bambang.
Teknologi di Balik Terobosan: Data 3D Seismik MANJA
Keberhasilan pengeboran Sumur MJ-169 tidak lepas dari penggunaan data 3D Seismik MANJA yang diakuisisi pada tahun 2024. Data ini memungkinkan tim geologi dan geofisika mengidentifikasi target reservoir batupasir PLB-G dengan konsep stratigrafi play—sebuah pendekatan yang membaca lapisan batuan secara vertikal untuk menemukan jebakan minyak yang tidak terlihat dari permukaan.
Pendekatan ini menjadi krusial karena kompartemen baru tersebut tidak bisa dideteksi dengan data seismik konvensional 2D. Ke depannya, PEP Zona 4 akan menggunakan data serupa untuk mengeksplorasi kompartemen lain di sekitar Blok Utara-Timur Laut.
Dukungan Masyarakat dan Pemangku Kepentingan Lokal
Sebelum pengeboran dimulai, Tim Relations PEP Zona 4 menggelar sosialisasi pada 16 April 2026 di Mangunjaya. Sejumlah tokoh hadir, mulai dari Camat Babat Toman Darwin, Lurah Mangun Jaya Fitriya, hingga perwakilan Danramil dan Polsek Babat Toman. Langkah ini memastikan operasi berjalan tanpa hambatan sosial di lapangan.
Keberadaan sumur baru ini diharapkan tidak hanya menambah pasokan minyak nasional, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan tenaga kerja dan jasa penunjang di sekitar wilayah operasi.