PALEMBANG — Palembang Bird Park, yang selama ini dikenal sebagai tempat rekreasi keluarga di akhir pekan, kini menjelma menjadi tujuan utama kegiatan belajar luar kelas bagi sekolah-sekolah di Sumatera Selatan. Setiap Senin hingga Jumat, rata-rata 100 siswa dan siswi datang bergiliran mengikuti program study tour yang menggabungkan wisata dengan edukasi satwa.
Mengapa Ratusan Pelajar Berbondong-bondong ke Sana?
Konsep wisata edukasi menjadi magnet utama. Pengelola Palembang Bird Park, Dina Juliana, mengatakan antusiasme kunjungan pelajar meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir. "Untuk sekarang ini, setiap Senin sampai Jumat rata-rata ada sekitar 100 siswa dan siswi yang datang. Kalau akhir pekan, pengunjung lebih banyak berasal dari masyarakat Palembang maupun luar kota," katanya.
Para siswa tidak hanya berkeliling melihat koleksi satwa, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung yang sebelumnya hanya mereka pelajari dari buku teks di kelas. Salah satu guru pendamping asal Indralaya, Serli, menuturkan bahwa kunjungan ini menjadi momen berharga bagi anak didiknya. “Hari ini kami mendampingi siswa-siswi untuk belajar sambil rekreasi di sini. Ternyata koleksi hewannya cukup banyak dan anak-anak sangat antusias,” ujar Serli, Senin (25/5/2026).
Koleksi Satwa dan Tiket Masuk yang Terjangkau
Di area seluas beberapa hektare itu, pengunjung dapat melihat beragam satwa seperti rusa, iguana, burung merak, parkit, jalak, kakaktua, hingga burung makau. Palembang Bird Park buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Untuk tiket masuk, pengelola membanderol Rp50 ribu per orang pada hari biasa. Namun, ada potongan harga 10 persen bagi pengunjung yang mengikuti akun Instagram resmi Palembang Bird Park, sehingga tiket menjadi Rp45 ribu. Anak-anak dengan tinggi badan di bawah 80 sentimeter dan lansia di atas 60 tahun (dengan menunjukkan kartu identitas) mendapat akses gratis.
Aturan yang Perlu Diketahui Pengunjung
Pihak pengelola mengimbau pengunjung untuk menjaga kebersihan dan tidak membawa makanan dari luar. “Kami mengimbau pengunjung tidak membuang sampah sembarangan dan tidak membawa makanan dari luar, karena beberapa burung di sini cukup agresif,” tutup Dina.
Larangan membawa makanan dari luar bukan tanpa alasan. Beberapa jenis burung di taman tersebut dikenal agresif dan bisa berebut makanan jika melihat pengunjung membawa camilan, yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan satwa maupun manusia.