BATURAJA — Febrita Lustia HD turun ke kebun melon seluas puluhan meter persegi di Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Ia memetik buah bersama Ketua TP PKK OKU, Hj. Zwesty Karenia Teddy, dan jajaran pengurus lainnya.
Di lokasi, Febrita meninjau langsung proses budidaya yang dikembangkan oleh masyarakat setempat. Ia menyebut hasil panen ini sebagai bukti bahwa program ketahanan pangan berbasis keluarga bisa berjalan efektif jika dikelola dengan serius.
Dua Varietas Melon Dibudidayakan di Lahan Sempit
Kebun binaan tersebut menanam melon hijau dan melon kuning. Kedua varietas ini dipilih karena relatif mudah dirawat dan memiliki nilai jual yang stabil di pasar lokal OKU.
“Kegiatan seperti ini merupakan langkah positif dalam mendorong kemandirian masyarakat,” ujar Febrita saat memberikan apresiasi kepada pengurus PKK OKU. Menurutnya, pemanfaatan lahan produktif untuk hortikultura perlu terus diperluas ke desa-desa lain.
Dari Pekarangan ke Ketahanan Pangan Keluarga
Panen ini tidak sekadar seremonial. Febrita menekankan bahwa hasil budidaya diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.
PKK OKU selama ini aktif mendampingi ibu-ibu rumah tangga untuk mengelola lahan tidur di sekitar rumah. Pendekatan ini dinilai lebih realistis dibanding program pertanian skala besar yang membutuhkan modal dan lahan luas.
“Kami ingin setiap keluarga punya akses pangan dari pekarangannya sendiri. Tidak perlu lahan luas, yang penting kemauan dan pendampingan,” tambah Febrita.
Apresiasi untuk PKK OKU: Lahan Produktif Jadi Andalan
Febrita secara khusus memberikan apresiasi terhadap upaya PKK Kabupaten OKU dalam memberdayakan masyarakat. Ia menilai pengembangan pertanian hortikultura di lahan produktif merupakan langkah strategis yang patut dicontoh daerah lain di Sumsel.
Ke depan, Febrita berharap program serupa bisa direplikasi di setiap kecamatan. Ia juga mendorong PKK kabupaten/kota lain untuk aktif menjalin kerja sama dengan dinas pertanian setempat demi memperkuat pendampingan teknis dan akses bibit unggul.