SUMATERA SELATAN — Setelah bertahun-tahun menerima keluhan, Microsoft akhirnya bergerak. Lewat unggahan blog berjudul "Making Taskbar and Start more personal", perusahaan mengonfirmasi bahwa fitur repositioning taskbar sudah bisa dicoba oleh peserta program Windows Insider di kanal Experimental. Bagi pengguna yang selama ini merasa terkekang oleh taskbar yang hanya bisa menempel di bawah, kabar ini seperti oase di tengah padang pasir.
Fitur ini memungkinkan taskbar dipindahkan ke sisi atas, kiri, atau kanan desktop—sesuatu yang sudah ada di Windows 10 namun hilang di versi 11. Microsoft juga memberikan opsi untuk memilih perataan ikon (rata tengah atau rata kiri) di setiap posisi taskbar. Bagi programmer atau pemilik monitor ultrawide yang biasa menyimpan taskbar di samping, perubahan ini terasa sangat personal.
Taskbar Kecil dan Start Menu yang Bisa Diciutkan
Selain posisi, ada satu lagi tambahan yang tak kalah penting: tombol untuk memilih mode taskbar kecil secara manual. Sebelumnya, mode ini hanya aktif otomatis di perangkat dengan layar kecil. Kini pengguna bisa mengaktifkannya kapan saja, menghasilkan ikon yang lebih ramping dan memberi lebih banyak ruang untuk konten.
Sementara itu, keluhan soal Start menu yang membengkak seperti Start screen Windows 8 akhirnya direspons. Microsoft akan memberikan tiga opsi ukuran: kecil, sedang, dan besar. Pengguna juga bisa mematikan panel tertentu—Pinned, Recommended, atau All—dengan toggle yang jelas dan simpel.
Satu perubahan teknis yang patut dicatat: sebelumnya, mematikan panel Recommended juga akan mematikan jump list dan file terbaru di File Explorer. Kini kedua fungsi tersebut dipisah. Artinya, pengguna bisa tetap mengakses file terkini di Explorer tanpa harus melihat rekomendasi aplikasi di Start menu.
Bukan Cuma Soal Tampilan, Tapi juga Kebebasan
Semua perubahan ini, jika digabungkan, memungkinkan pengguna membangun Start menu yang sangat minimal: hanya menampilkan aplikasi yang disematkan, tanpa rekomendasi, tanpa daftar semua aplikasi. Seperti peluncur aplikasi sederhana di ponsel—fokus, tanpa gangguan.
Microsoft mengakui bahwa perubahan taskbar adalah prioritas utama yang pernah mereka janjikan. Namun, bagi sebagian pengamat, langkah ini datang terlambat. "Seharusnya ini ada sejak awal," tulis analis dalam artikel asli, "tapi setidaknya Microsoft akhirnya berhenti pura-pura tidak mendengar keluhan."
Yang menarik, nada optimisme mulai muncul. Dengan Microsoft yang kini lebih sering mendengarkan umpan balik penguji dan langsung menindaklanjutinya, masa depan Windows 11 terasa lebih cerah dibanding saat pertama kali dirilis.
Fitur yang Masih Ditunggu: Akun Lokal Saat Instalasi
Meski jajaran fitur baru ini disambut positif, satu permintaan lama masih belum terpenuhi: opsi untuk menginstal Windows 11 tanpa harus masuk menggunakan akun Microsoft. Saat ini, pengguna yang ingin menggunakan akun lokal harus mencari celah atau trik tertentu. Kabar baiknya, ada tanda-tanda bahwa perubahan ini sedang digarap—meski belum diumumkan secara resmi.
Jika benar-benar hadir, fitur tersebut bisa menjadi gebrakan yang lebih besar daripada sekadar memindahkan taskbar. Karena pada akhirnya, kebebasan memilih—mulai dari posisi bilah tugas hingga cara masuk ke sistem—adalah hal yang membuat sebuah sistem operasi terasa milik kita sendiri, bukan milik Microsoft.