MUARA ENIM — Rendahnya mutu tandan buah segar (TBS) sawit rakyat di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mendorong digelarnya pelatihan teknik panen dan pascapanen bagi 133 pekebun serta penyuluh perkebunan. Program yang digagas PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan 2026 yang digelar pekan lalu.
Dampak Langsung pada Harga Jual TBS
Kepala Bagian Usaha Hulu PT RPN Fandi Hidayat menegaskan bahwa kualitas hasil sawit rakyat tidak hanya bergantung pada produktivitas kebun. Proses pemanenan dan penanganan hasil turut menentukan harga yang diterima petani.
"Penerapan teknik panen dan pascapanen yang tepat menjadi kunci untuk meningkatkan nilai jual hasil panen sekaligus memenuhi standar industri," kata Fandi dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Sekretaris Dinas Perkebunan Sumatera Selatan Dian Eka Putra menambahkan, ketepatan waktu panen memengaruhi kualitas TBS. Penanganan setelah panen juga menentukan kondisi buah ketika diterima pembeli maupun pabrik pengolahan.
Materi Pelatihan: dari Standar Kematangan hingga Penanganan Pascapanen
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang standar kematangan buah, teknik pemanenan yang benar, cara mengurangi kehilangan hasil, serta penanganan TBS setelah dipanen. Materi juga mencakup efisiensi kerja dan persyaratan mutu dalam pemasaran sawit.
Peserta diajarkan cara memilih buah siap panen, penggunaan alat yang tepat, serta teknik pengangkutan agar TBS tetap segar saat tiba di pabrik. Pelatihan ini bertujuan membekali pekebun agar mampu menghasilkan TBS berkualitas tinggi yang sesuai dengan permintaan industri.
Belajar Langsung dari Perusahaan Sawit
Sebagai bagian dari pelatihan, peserta mengikuti kunjungan lapangan ke PT Bina Sawit Makmur dan PT Perkebunan Minanga Ogan. Di sana, mereka melihat langsung penerapan standar panen dan pascapanen di kebun.
Proses pemilihan buah siap panen, penggunaan alat, pengangkutan, dan penanganan TBS sebelum masuk ke tahap pengolahan menjadi fokus utama dalam kunjungan tersebut. Pengalaman ini diharapkan bisa ditiru oleh pekebun di lahan mereka masing-masing.
Catatan Dinas Perkebunan: Efisiensi dan Posisi Tawar Petani
Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim mencatat bahwa penerapan teknik panen yang tepat menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kehilangan hasil, efisiensi kerja, dan posisi tawar pekebun saat menjual TBS. Dengan teknik yang baik, pekebun bisa mengurangi susut panen dan mendapatkan harga jual yang lebih tinggi.
Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong perbaikan mutu TBS sawit rakyat di Muara Enim secara berkelanjutan, sehingga daya saing petani sawit di daerah tersebut semakin kuat di pasar.