PALEMBANG — Penghentian sementara operasional Teman Bus dan Feeder LRT Musi Palembang berlangsung selama 3 hingga 5 hari ke depan. Pemkot Palembang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Palembang, terutama penumpang yang selama ini bergantung pada kedua layanan angkutan umum tersebut.
Penyebab: Administrasi KBLI dan Pemeliharaan Sistem OSS
Pelaksana pengadaan layanan jasa Teman Bus dan Feeder LRT Musi Palembang untuk tahun 2026 memerlukan pembaruan administrasi pada Kualifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Selain itu, ada pemeliharaan sistem pada OSS yang membutuhkan verifikasi.
Verifikasi administrasi tersebut masih dalam tahap kurasi. Pemkot memperkirakan prosesnya rampung dalam waktu beberapa hari, sekitar 3 sampai 5 hari.
Pembelian Jasa Belum Bisa Lewat E-Katalog
Selama kurasi administrasi belum selesai, jasa layanan Teman Bus dan Feeder LRT Musi Palembang belum bisa dibeli melalui E-Katalog atau E-Purchasing. Kondisi itu yang membuat operasional kedua layanan tidak dapat berjalan seperti biasa.
Pemkot Palembang menyebut penghentian ini bersifat sementara dan akan kembali normal setelah proses administrasi serta pemeliharaan sistem OSS selesai.
Dampak bagi Pengguna Harian
Teman Bus dan Feeder LRT Musi Palembang selama ini menjadi tumpuan warga untuk mobilitas harian, termasuk penumpang yang melanjutkan perjalanan ke stasiun LRT. Penghentian beberapa hari memaksa pengguna mencari alternatif transportasi sementara.
Pemkot meminta warga menyesuaikan rencana perjalanan selama masa penghentian dan memantau informasi resmi mengenai jadwal operasional kembali.
Jadwal Operasional Kembali
Belum ada kepastian tanggal pasti kapan layanan kembali dibuka. Pemkot Palembang hanya menyebut perkiraan waktu 3 sampai 5 hari, bergantung pada selesainya kurasi verifikasi di OSS dan pembaruan administrasi KBLI pelaksana pengadaan.
Pengguna layanan diharapkan menunggu pengumuman resmi berikutnya sebelum kembali merencanakan perjalanan dengan Teman Bus maupun Feeder LRT Musi.