Pencarian

Rupiah Menguat ke Area Rp18.019, Harga Minyak Mentah Jatuh ke US$78,69 Jadi Pemicu

Rabu, 05 Agustus 2026 • 10:30:31 WIB
Rupiah Menguat ke Area Rp18.019, Harga Minyak Mentah Jatuh ke US$78,69 Jadi Pemicu
Harga minyak mentah dunia turun ke US$78,69 per barel pada perdagangan Rabu pagi.

SUMATERA SELATAN — Harga minyak mentah dunia menjadi katalis utama pergerakan pasar hari ini. Setelah terkoreksi 5,26% pada perdagangan kemarin, harga komoditas energi tersebut kembali dipangkas 0,84% ke posisi US$78,69 per barel pada pukul 07:17 WIB. Kondisi ini meredakan tekanan eksternal yang selama ini membebani nilai tukar negara-negara importir minyak, termasuk Indonesia.

Data Tenaga Kerja AS Stabil, Dolar Kehilangan Daya Tarik

Dari Amerika Serikat, rilis data ketenagakerjaan yang tidak terlalu mengecewakan turut menopang sentimen pasar global. Lowongan pekerjaan (JOLTS) di AS tercatat menurun pada Juni, namun aktivitas perekrutan sedikit meningkat. Kombinasi ini mengindikasikan permintaan tenaga kerja yang relatif stabil menjelang musim panas, sehingga mengurangi urgensi The Fed untuk mempertahankan sikap hawkish.

Penurunan lowongan pekerjaan tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya posisi di sektor kesehatan, rekreasi dan perhotelan, perdagangan grosir, serta jasa bisnis. Sebagai kompensasi, sektor transportasi dan pergudangan mencatatkan peningkatan, sementara posisi di pemerintahan federal melonjak ke level tertinggi sejak akhir 2024.

Mata Uang Asia Kompak Menguat, Ringgit Pimpin Apresiasi

Meredanya tekanan eksternal membuat mayoritas mata uang kawasan bergerak di zona hijau. Berikut pergerakan beberapa mata uang Asia pada pembukaan perdagangan Rabu pagi:

  • Ringgit Malaysia memimpin penguatan dengan kenaikan 0,24%
  • Won Korea Selatan menguat 0,15%
  • Yen Jepang terapresiasi lebih terbatas sebesar 0,04%
  • Dolar Singapura naik tipis 0,03%

Penguatan yang merata ini menunjukkan bahwa sentimen risk-on mulai kembali menghiasi pasar keuangan regional. Investor tampaknya mulai melirik aset-aset berisiko di Asia seiring meredanya ketegangan di pasar komoditas.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Dengan kombinasi harga minyak yang jinak dan indeks dolar yang melandai, rupiah memiliki ruang untuk melanjutkan apresiasinya. Level psikologis di bawah Rp18.000 per dolar AS berpotensi diuji apabila tekanan jual dolar berlanjut sepanjang sesi perdagangan.

Kabar dari pasar tenaga kerja AS yang menunjukkan sinyal moderasi menjadi angin segar bagi pasar keuangan global. Jika data inflasi berikutnya juga menunjukkan tren melandai, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed akan semakin kuat dan berpotensi mendorong dolar AS melemah lebih dalam.

Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan harga minyak pada sesi Eropa dan Amerika nanti, mengingat komoditas ini masih menjadi penentu utama arah pergerakan rupiah dalam beberapa pekan terakhir. Investasi mengandung risiko.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks