PALEMBANG — Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palembang mengerahkan drone termal untuk memeriksa kondisi SUTET 275 kV Betung–Sungai Lilin Line 1 dan Line 2. Inspeksi menjangkau Tower 1 hingga Tower 100, Selasa (14/7), tanpa menghentikan penyaluran tenaga listrik ke pelanggan.
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari program condition-based maintenance (CBM) atau pemeliharaan preventif berbasis kondisi. Dengan pendekatan itu, tindakan perawatan ditentukan berdasarkan kondisi aktual peralatan, bukan jadwal tetap.
Mendeteksi Titik Panas Sebelum Jadi Gangguan
Kamera termal pada drone mampu merekam distribusi temperatur di berbagai komponen transmisi seperti midspan, dead end, klem, jumper, compression sleeve, dan sambungan konduktor. Data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi potensi titik panas atau kenaikan suhu tidak normal sejak awal.
“Teknologi ini membantu Tim PDKB mendeteksi indikasi awal anomali temperatur pada komponen SUTET secara lebih cepat, akurat, dan aman tanpa mengganggu kontinuitas penyaluran tenaga listrik,” ujar Manager PLN UPT Palembang, Hasbullah.
Menurut Hasbullah, penggunaan drone termal menjadi bagian dari transformasi digital PLN untuk mengoptimalkan pemeliharaan jaringan transmisi. Hasil inspeksi kemudian dianalisis sebagai dasar penentuan tindak lanjut pemeliharaan aset.
Strategi Digitalisasi untuk Keandalan Sistem Sumatera
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Amiruddin, menambahkan bahwa keandalan sistem transmisi tidak hanya ditentukan oleh kompetensi sumber daya manusia, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi yang tepat. Penggunaan drone termal mendukung penerapan CBM sehingga potensi gangguan bisa ditangani lebih awal sebelum berdampak pada pelanggan.
PLN akan terus mendorong inovasi dan digitalisasi dalam pengelolaan aset ketenagalistrikan. Inspeksi termovisi secara berkala diharapkan menjaga kontinuitas pasokan listrik guna mendukung aktivitas masyarakat, dunia usaha, dan sektor industri secara berkelanjutan.