Pencarian

Jasa Marga Latih 4 BUMN Kelola Command Center, 3,5 Juta Kendaraan Jadi Bukti Kepercayaan

Sabtu, 18 Juli 2026 • 15:54:01 WIB
Jasa Marga Latih 4 BUMN Kelola Command Center, 3,5 Juta Kendaraan Jadi Bukti Kepercayaan
Jasa Marga melatih empat BUMN dalam pengelolaan command center di Jasamarga Tollroad Command Center, Bekasi, Rabu (15/7/2026).

SUMATERA SELATAN — Program mentoring berlangsung di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, Rabu (15/7/2026). Dua area utama yang menjadi fokus Jasa Marga adalah Integrated Service Monitoring dan Incident & Crisis Response Management. Tema yang diusung: Turning Information into Decisions, Decisions into Actions, and Actions into Public Trust.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut volume kendaraan harian yang mencapai 3,5 juta unit menjadi cermin kepercayaan publik sekaligus peluang menciptakan nilai berkelanjutan. "Kepercayaan ini menjadi fondasi bagi Jasa Marga untuk terus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik," ujarnya dalam sambutan.

Empat BUMN Jadi Mentee, 22 Lainnya Ikut Daring

Empat BUMN yang menjadi mentee dalam program ini adalah PT PLN (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan PT Kereta Commuter Indonesia. Selain itu, perwakilan dari 22 BUMN sektor pelayanan publik lainnya turut berpartisipasi secara daring.

Acara dihadiri jajaran manajemen Danantara Asset Management, yakni Managing Director Human Capital Agus Dwi Handaya dan SD Chief Marketing Officer Dendi T Danianto. Dari sisi Jasa Marga, hadir Direktur Utama Rivan A. Purwantono bersama jajaran direksi, group head, serta direksi anak perusahaan.

Command Center: Dari Data Jadi Kepercayaan Publik

Program Marketing CoE sendiri dirancang sebagai sarana transfer pengetahuan dan pertukaran praktik terbaik antar-BUMN. Dengan pengalaman Jasa Marga mengelola JMTC—pusat kendali yang memonitor ribuan kilometer jalan tol—mentee diharapkan mampu mengadopsi sistem serupa untuk meningkatkan respons terhadap insiden dan krisis.

Fokus pada Incident & Crisis Response Management menjadi krusial, mengingat BUMN pelayanan publik seperti PLN dan Pelindo kerap berhadapan dengan situasi darurat yang membutuhkan koordinasi cepat. Sementara Integrated Service Monitoring memungkinkan pengawasan layanan secara real-time, dari kepadatan lalu lintas hingga keluhan pelanggan.

Melalui program ini, Danantara dan Jasa Marga mendorong internalisasi budaya MSH secara berkelanjutan di seluruh BUMN. Langkah ini sejalan dengan upaya holding BUMN untuk meningkatkan kualitas layanan publik melalui adopsi teknologi dan standar operasi terbaik.

Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks