Pencarian

Pengguna Pertalite Melonjak 80 Persen, Pertamina Catat Perubahan Drastis Konsumsi BBM

Jumat, 17 Juli 2026 • 11:50:28 WIB
Pengguna Pertalite Melonjak 80 Persen, Pertamina Catat Perubahan Drastis Konsumsi BBM
Konsumsi harian Pertalite pada Juli 2026 tercatat melonjak 80,3 persen dari komposisi BBM gasoline di SPBU.

SUMATERA SELATAN — Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengungkapkan, konsumsi harian Pertalite pada Juli 2026 melonjak 9,4 persen atau bertambah 7.129 kiloliter per hari dibanding rata-rata normal. Kenaikan ini membuat komposisi Pertalite di antara produk gasoline lainnya seperti Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo membengkak menjadi 80,3 persen.

"Kalau secara komposisi perubahannya pada saat periode Januari-Mei kondisi untuk produk Pertalite secara komposisi sekitar 75 persen, saat ini sudah bergeser ke 80 persen. Jadi hampir 5 persen komposisi BBM gasoline itu sudah bergeser kepada BBM PSO (BBM subsidi)," ujar Eko dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/7).

BBM Nonsubsidi Tergerus, Industri Ikut Beralih

Pergeseran pola konsumsi ini langsung memukul penjualan BBM nonsubsidi. Eko mencatat konsumsi Pertamax Series—yang mencakup Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo—turun hampir 18 persen dibandingkan rata-rata normal. Penurunan serupa juga terjadi pada segmen solar, di mana konsumsi Dex Series (Dexlite dan Pertadex) ambles 6,4 persen.

Sebaliknya, Biosolar justru menikmati kenaikan permintaan. Volume konsumsi Biosolar tercatat naik 13,9 persen pada Juli 2026, mendorong porsi penggunaannya di antara gasoil lain menjadi 94,2 persen.

Yang menarik, pergeseran ini tidak hanya terjadi pada kendaraan pribadi. Eko mengungkapkan, sejumlah kendaraan sektor industri juga mulai mengisi Biosolar di SPBU Pertamina. "Ada beberapa sektor kendaraan yang didominasi industri juga mulai mengisi Biosolar di SPBU. Ini salah satu terjadi peningkatan lonjakan hampir di semua provinsi sepanjang periode April hingga bulan Juli," jelasnya.

Antisipasi Lonjakan, Pertamina Genjot Stok SPBU

Menghadapi lonjakan permintaan yang mendadak ini, Pertamina Patra Niaga terpaksa mengubah pola operasi di sejumlah wilayah. Eko menyebut, perubahan dilakukan untuk memastikan pasokan tetap aman di seluruh jaringan SPBU, terutama di daerah dengan peningkatan konsumsi paling tajam.

"Ini mungkin salah satu lonjakan demand di beberapa wilayah khususnya di setiap MOR (Marketing Operation Region) yang saat ini juga membuat perubahan operasi dari Pertamina Patra Niaga untuk bisa meng-cover atau mem-build up stock di semua jaringan lembaga penyalur kita khususnya SPBU," terangnya.

Fenomena ini menjadi alarm bagi pemerintah dan Pertamina untuk mengawasi ketat kuota BBM bersubsidi. Jika tren pergeseran terus berlanjut, beban subsidi energi bisa membengkak di luar proyeksi awal APBN.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks