Pencarian

Antrean Biosolar di Palembang Makin Panjang, Pemprov Sumsel Kaji Wacana SPBU Buka 24 Jam Nonstop

Selasa, 14 Juli 2026 • 22:57:02 WIB
Antrean Biosolar di Palembang Makin Panjang, Pemprov Sumsel Kaji Wacana SPBU Buka 24 Jam Nonstop
Antrean panjang kendaraan terlihat di salah satu SPBU di Palembang menjelang jam operasional pengisian Biosolar subsidi.

Sebelumnya, Pemprov Sumsel menerapkan pembatasan jam pengisian solar di Palembang pada pukul 22.00–04.00 WIB, yang kemudian diubah menjadi pukul 21.00–05.00 WIB. Alih-alih mengurai kepadatan, kebijakan ini justru memicu penumpukan kendaraan yang mulai mengantre jauh sebelum jam operasional dimulai. Akibatnya, antrean panjang terjadi di titik-titik SPBU tertentu yang melayani Biosolar subsidi, terutama di jam-jam awal pembukaan.

Dari total 164 unit SPBU di Sumatera Selatan, sebanyak 48 unit berada di Kota Palembang. Namun, tidak semua SPBU melayani Biosolar subsidi. Sebagian tidak mendapat pasokan, sebagian lagi memilih tidak menerima pasokan dari Pertamina. Pola operasional yang tidak seragam—ada yang buka 24 jam, ada yang terikat aturan pembatasan jam—kini menjadi bahan evaluasi total.

Opsi SPBU 24 Jam: Solusi atau Masalah Baru?

Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas jika kajian menyeluruh menunjukkan aturan pembatasan justru menghambat distribusi. "Kalaupun kebijakan ekstrem, kami minta SPBU itu buka 24 jam terus dan dipasok Biosolar," ujar Deru, Selasa (14/7/2026).

Meski wacana ini menguat, Deru memastikan perubahan kebijakan tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah akan memastikan pasokan dari Pertamina benar-benar siap menopang kebijakan baru tersebut. "Hasil tinjauan ini memungkinkan kami mengubah semua regulasi yang ada kalau memang regulasi itu tidak menjadi obat dari permasalahan ini," tambahnya.

Tiga Poin Krusial Lain yang Dievaluasi

Selain soal jam operasional, Pemprov Sumsel juga akan mengevaluasi tiga aspek krusial lainnya. Pertama, efektivitas rantai distribusi Biosolar subsidi dari hulu ke hilir. Kedua, durasi rata-rata pengisian kendaraan di dispenser SPBU. Ketiga, mekanisme pelayanan petugas di setiap SPBU agar lebih cepat dan efisien.

Melalui evaluasi komprehensif ini, diharapkan formula kebijakan yang dilahirkan nantinya dapat menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan kelangkaan dan antrean BBM subsidi di Sumatera Selatan. Masyarakat pun berharap agar pemerintah dan Pertamina segera menemukan titik temu sebelum kondisi di lapangan semakin memburuk.

Bagikan
Sumber: sumselsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks