Sebanyak 8.035 peserta ambil bagian dalam tiga nomor lomba, yaitu 5 kilometer, 10 kilometer, dan Half Marathon 21 kilometer. Ribuan peserta yang datang bersama keluarga dan pendukungnya langsung menciptakan aktivitas ekonomi di sekitar JSC. Hotel-hotel di dekat lokasi lomba mengalami peningkatan okupansi, sementara transportasi umum dan ojek online kebanjiran penumpang sejak subuh.
Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membuka stan di area acara juga merasakan dampaknya. Polda Sumsel sengaja menyediakan ruang bagi puluhan UMKM lokal untuk memasarkan produk, mulai dari pempek dan aneka makanan khas Sumsel, minuman segar, hingga kerajinan tangan dan produk kreatif lainnya.
Kombes Nanang: Sport Tourism Jadi Motor Ekonomi Daerah
Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menegaskan bahwa event ini dirancang bukan sekadar lomba lari. Menurutnya, olahraga berskala besar memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor usaha. "Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menghadirkan semangat hidup sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Ribuan peserta yang datang menjadi pasar yang sangat potensial bagi UMKM lokal untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan produk unggulan Sumatera Selatan," ujarnya.
Ia menambahkan, meningkatnya aktivitas ekonomi selama pelaksanaan Bhayangkara Run membuktikan bahwa konsep sport tourism mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah. Perputaran uang tidak hanya terjadi di lokasi acara, tetapi juga merembet ke jasa transportasi, penginapan, pusat oleh-oleh, hingga rumah makan yang melayani peserta dari luar daerah.
Pasar Dadakan di Tengah Lintasan Lari
Para pedagang kaki lima yang biasa beroperasi di sekitar JSC juga kebagian rezeki. Salah seorang penjual minuman di kawasan Jakabaring mengaku pendapatannya naik tiga kali lipat dibanding hari biasa. "Biasanya sepi, hari ini ramai sekali. Peserta lari dan keluarganya pada beli minum dan jajan," katanya.
Polda Sumsel berencana menjadikan Sumsel Bhayangkara Run sebagai agenda tahunan. Dengan begitu, efek ekonomi dari olahraga massal ini bisa terus dirasakan oleh pelaku usaha kecil di Palembang, terutama saat momen libur panjang atau peringatan hari besar nasional.