Pencarian

Dosen dan Mahasiswa Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang Belajar Tata Kelola Pesantren dari Madrasah Idrisiah Perak Malaysia yang Berusia Seabad

Rabu, 08 Juli 2026 • 18:56:01 WIB
Dosen dan Mahasiswa Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang Belajar Tata Kelola Pesantren dari Madrasah Idrisiah Perak Malaysia yang Berusia Seabad
Dosen dan mahasiswa Pascasarjana UIN Raden Fatah melakukan studi tata kelola pesantren di Madrasah Idrisiah Perak, Malaysia.

Wakil Direktur Pascasarjana UIN Raden Fatah, Dr. Muhammad Torik, Lc., M.A., menegaskan bahwa pemilihan lokasi bukan tanpa alasan. Madrasah Idrisiah dinilai sebagai laboratorium hidup pengelolaan pendidikan Islam yang mampu beradaptasi dari masa kolonial hingga era digital.

"Kami sengaja memilih Madrasah Idrisiah karena ia merupakan salah satu pesantren tertua di Perak. Kami ingin melihat langsung bagaimana sejarah pendidikan madrasah di Malaysia berkembang dan bagaimana lembaga berusia lebih dari satu abad ini mengelola pendidikan, kepemimpinan, serta manajemen pesantrennya sehingga tetap eksis hingga hari ini," ujar Muhammad Torik dalam keterangan yang diterima di Palembang.

Apa yang Dipelajari dari Sistem Manajemen Pesantren Malaysia?

Rombongan dipimpin langsung oleh Muhammad Torik bersama Prof. Dr. Ovi Fitriyanti, Prof. Dr. Ermis Suryana, Dr. Yulia Tri Samiha, Dr. Yuyun Yunuarti, Dr. Muhammad Abdillah, serta mahasiswa Magister PAI dan MPI. Mereka tidak sekadar berkunjung, melainkan melakukan observasi dan dialog mendalam tentang sistem kepemimpinan pesantren, pengelolaan kurikulum, pembinaan santri, hingga penjaminan mutu pendidikan.

Topik lain yang dibahas mencakup pengembangan sumber daya manusia dan strategi penguatan kelembagaan di era digital. Para peserta juga bertukar pengalaman mengenai tantangan digitalisasi pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru di kedua negara.

Sambutan Hangat dari Mudir Madrasah Idrisiah

Delegasi UIN Raden Fatah disambut langsung oleh Mudir Madrasah Idrisiah, Ustadz Khairul Anwar el-Syadzali bin Musa, beserta jajaran pimpinan pesantren. Dalam sambutannya, Khairul Anwar menekankan bahwa lembaga yang telah melahirkan banyak ulama dan tokoh masyarakat ini terus melakukan pembaruan dalam sistem pengelolaannya.

"Madrasah Idrisiah bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga saksi perjalanan sejarah pendidikan Islam di Malaysia. Selama lebih satu abad, kami berusaha menjaga tradisi keilmuan sambil memperkuat sistem pengurusan, kepemimpinan, dan pengembangan akademik agar pesantren mampu menghadapi cabaran semasa," katanya.

Hasil Diskusi: Komitmen Kolaborasi Riset dan Publikasi

Agenda utama dilanjutkan dengan diskusi akademik yang membahas model kepemimpinan, sistem administrasi dan keuangan, serta strategi menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren dan tuntutan modernisasi. Diskusi berlangsung interaktif dan melibatkan mahasiswa secara aktif.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat hubungan kelembagaan melalui kolaborasi riset, publikasi ilmiah, pertukaran akademisi, serta pengembangan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada penguatan tata kelola pendidikan Islam. Lawatan ini menegaskan bahwa mempelajari sejarah pesantren dan sistem manajemennya adalah langkah penting dalam membangun model pendidikan Islam yang berakar pada tradisi namun adaptif terhadap zaman.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumselindependen.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks