Herman Deru menyebut pembenahan sepak bola Indonesia harus dimulai dari level sekolah dan kompetisi usia muda. Dari sinilah, menurutnya, akan lahir pemain pelapis yang mampu memperkuat tim nasional di masa depan.
"Saat ini yang jauh lebih penting adalah pembinaan pemain usia muda. Satu-satunya jalan adalah membenahi dan memfokuskan diri pada kompetisi pemain muda dari sekolah-sekolah," tegas Gubernur Sumsel dalam sambutannya.
Turnamen U-15: Lebih dari Sekadar Prestasi
Penyelenggaraan Piala Gubernur U-15 tidak sekadar ajang mencari juara. Herman Deru menjelaskan, turnamen ini menjadi media strategis untuk mengasah kemampuan teknis pemain, baik secara individu maupun dalam organisasi tim.
"Melalui turnamen ini, skill dan kemampuan para pemain muda dapat diasah. Kegiatan ini juga menjadi media untuk menanamkan jiwa sportivitas, disiplin, dan rasa kebersamaan antarpelajar," ujarnya.
Database Pemain dan Seleksi yang Lebih Fair
Salah satu poin krusial yang disoroti Herman Deru adalah perlunya sistem pembinaan yang objektif dan profesional. Ia menekankan, kompetisi terstruktur akan menghasilkan database pemain dengan rekam jejak yang jelas.
"Dari kompetisi ini diharapkan terbentuk database pemain muda yang memiliki track record jelas. Proses seleksi pemain akan lebih fair karena didasarkan pada hasil kompetisi yang dapat dilihat publik, bukan berdasarkan rekomendasi semata," tegasnya.
Mental Juara Lahir dari Persaingan Sehat
Gubernur Sumsel meyakini, pemain yang lahir dari kompetisi ketat akan memiliki kualitas teknik, mental, dan karakter yang lebih unggul. Kebiasaan menghadapi persaingan sehat sejak dini menjadi modal berharga bagi para atlet muda.
Turnamen Piala Gubernur Sumsel U-15 ini diikuti puluhan tim dari berbagai sekolah dan klub usia muda di Sumatera Selatan. Kompetisi ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang konsisten untuk membangun ekosistem sepak bola daerah yang lebih kuat.