SUMATERA SELATAN — Apple secara resmi menaikkan harga MacBook, iPad, Vision Pro, Apple TV 4K, hingga Homepod pekan ini. Langkah ini merupakan respons terhadap lonjakan biaya komponen yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama RAM dan storage. Permintaan tinggi dari pusat data kecerdasan buatan (AI) menjadi pemicu utama.
"Ekspansi cepat pusat data AI menciptakan lonjakan permintaan yang luar biasa untuk memori dan penyimpanan," demikian pernyataan resmi Apple. "Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar ini, secepat ini."
Mengapa iPhone Masih Aman (Sementara)
iPhone, AirPods, dan Apple Watch menjadi satu-satunya produk yang belum terkena dampak. Alasan utamanya sederhana: iPhone adalah mesin uang utama Apple. Francisco Jeronimo, Vice President of Client Devices di IDC, menyebut iPhone menyumbang sekitar 50 persen dari total bisnis Apple.
"Masuk akal jika Apple akan melakukan apa pun untuk melindungi volume penjualan iPhone," kata Jeronimo dalam pernyataan yang dikutip Tom's Guide. Ia menambahkan bahwa Apple kemungkinan sedang mengkaji seberapa besar kenaikan harga yang bisa diterapkan pada lini iPhone berikutnya tanpa mengorbankan penjualan.
Proyeksi Kenaikan: dari Rp 825 Ribu hingga Rp 3,3 Juta
Nabila Popal, analis IDC lainnya, awalnya memperkirakan kenaikan harga iPhone 18 sebesar 50 dolar AS (Rp 825 ribu) untuk model standar dan 100 dolar AS (Rp 1,65 juta) untuk varian Pro dan Pro Max. Namun, setelah melihat besarnya kenaikan harga iPad dan MacBook, Popal memperbarui proyeksinya. Ia kini memperkirakan kenaikan hingga 200 dolar AS (Rp 3,3 juta) untuk model Pro Max.