Pencarian

Kepala SKK Migas: Diversifikasi Energi Jadi Kunci Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia

Minggu, 01 November 2026 • 12:09:01 WIB
Kepala SKK Migas: Diversifikasi Energi Jadi Kunci Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan paparan mengenai diversifikasi energi dalam siaran The Economic CNN Indonesia TV.

SUMATERA SELATAN — Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan pemerintah mengandalkan diversifikasi sumber energi untuk menahan dampak lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah. Indonesia dinilai tidak perlu bergantung pada satu komoditas karena memiliki potensi energi baru terbarukan hingga 3.687 gigawatt. Namun, pemanfaatan potensi tersebut baru mencapai 17 persen.

Dalam paparan yang disiarkan The Economic CNN Indonesia TV With Rully Kurniawan pada Kamis (29/10) malam, Djoko menjelaskan bahwa diversifikasi menjadi jalan keluar utama agar kebutuhan bahan bakar dalam negeri tidak terikat pada satu sumber. Pemerintah, menurutnya, tengah memaksimalkan potensi energi baru dan terbarukan (EBT) yang tersedia.

Data Kementerian ESDM yang dikutip Djoko mencatat potensi EBT nasional sebesar 3.687 gigawatt (GW). Rinciannya, energi surya 3.294 GW, tenaga air 95 GW, angin 155 GW, energi laut 63 GW, bioenergi 57 GW, dan panas bumi 24 GW.

Pemanfaatan EBT Baru 17 Persen dari Potensi

Dari total potensi tersebut, Djoko menyebut pemanfaatan yang sudah berjalan baru sekitar 17 persen. Angka itu menunjukkan ruang pengembangan energi bersih masih sangat besar untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak impor.

"Kita bisa pakai EBT. Kita sudah sukses, kok, untuk B50 misalnya, enggak impor kita enggak masalah. Energi bersih kita main," kata Djoko dalam wawancara tersebut.

Pernyataan itu merujuk pada program pencampuran biodiesel yang dinilai menjadi contoh keberhasilan substitusi energi. Bagi pelaku industri energi, arah kebijakan ini memberi sinyal bahwa pengembangan EBT akan terus didorong sebagai bantalan terhadap gejolak harga minyak global.

Nuklir Masuk Peta Jalan Energi

Selain EBT, Djoko menegaskan Indonesia juga bisa memanfaatkan energi nuklir. Menurutnya, kesiapan pemanfaatan nuklir sudah terbentuk sehingga penggunaannya dapat dijalankan secara aman.

"Nuklir itu once investasi bisa 100 tahun. Kita bisa pakai nuklir, nuklir pakai listrik, nanti semua listrik. Masak pakai listrik, kendaraan listrik. Aman kita," tambahnya.

Pernyataan tersebut menempatkan nuklir sebagai opsi jangka panjang, sejalan dengan rencana elektrifikasi kendaraan dan rumah tangga. Investasi nuklir dipandang memiliki umur pakai panjang sehingga bisa menekan biaya energi dalam jangka panjang.

Apa Artinya bagi Pasar Energi

Bagi investor sektor energi, arah diversifikasi ini membuka peluang pada rantai nilai EBT, mulai dari pembangkit surya, angin, hingga panas bumi. Namun, realisasi masih bergantung pada kecepatan pembangunan infrastruktur dan kerangka regulasi pendukung.

Di sisi lain, ketergantungan pada impor bahan bakar masih menjadi risiko yang harus dikelola selama transisi berlangsung. Gejolak harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah menjadi pengingat bahwa posisi Indonesia sebagai net importir minyak membuat diversifikasi bukan pilihan, melainkan keharusan.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks