Pencarian

Inggris Dihajar Tonga 30-12 di Piala Dunia Rugby, Peluang Semifinal di Luar Kendali

Senin, 19 Oktober 2026 • 19:36:31 WIB
Inggris Dihajar Tonga 30-12 di Piala Dunia Rugby, Peluang Semifinal di Luar Kendali
Pemain Inggris berusaha menembus pertahanan Tonga dalam laga pembuka Grup A Piala Dunia Rugby League 2026.

SUMATERA SELATAN — Tim putra Inggris menelan kekalahan 30-12 dari Tonga pada laga pembuka Piala Dunia Rugby League 2026. Hasil itu membuat nasib Inggris di fase grup tak lagi ditentukan sendiri, sementara tim putri Inggris berpesta dengan kemenangan 70-4 atas Wales.

Kekalahan Inggris terjadi di laga pertama Grup A yang digelar setelah skuad Brian McDermott menempuh perjalanan panjang dari Heathrow ke Sydney lalu Perth dalam sepekan. Tonga, yang dianggap sebagai tim terkuat dalam sejarah mereka, tampil lebih klinis di momen-momen krusial.

Offload 27 Banding 5, tapi Inggris Mandul di 20 Meter Terakhir

Inggris menerapkan taktik second phase play dengan melepas bola sebanyak mungkin. Statistik menunjukkan mereka mencatat 27 offload berbanding lima milik Tonga, serta 246 operan versus 191.

Namun semua itu tak berbuah poin ketika Inggris masuk ke area 20 meter terakhir lawan. Mereka justru membuat lebih dari 70 tekel tambahan dan hanya melepas lima bom tendangan, sementara Tonga 12 kali.

Di posisi tertinggal 10-6, Inggris kebobolan try berbau keberuntungan dari tendangan yang memantul liar. McDermott mengakui gaya bermainnya berisiko.

Sembilan Error di Babak Pertama, Ide Serangan Menguap di Akhir

Babak pertama memperlihatkan Inggris sebagai ancaman nyata selama 80 meter lapangan. Masalah muncul begitu mereka mendekati garis try.

Inggris mencatat sembilan error di paruh pertama, sedangkan Tonga hanya tiga. Ada percikan dan flair, tapi gagasan serangan memudar di 20 meter terakhir.

Faktor Perjalanan dan Paket Forward yang Bolong

Konteks kekalahan ini penting dicatat. Inggris hanya punya waktu sekitar sepekan bersama tanpa laga internasional di tengah musim, setelah terbang dari Heathrow ke Sydney lalu Perth.

Paket forward mereka juga tidak utuh. Morgan Smithies absen sepanjang turnamen, Morgan Knowles dicoret jelang laga, sementara Matty Lees, Caleb Hamlin-Uele, dan Mike McMeeken tak tersedia. Tenaga gedor khas Inggris pun menyusut.

Tonga di atas kertas memang lawan berat. Robert Toia dan Toluta'u Koula mengisi posisi centre, Addin Fonua-Blake dan Stefano Utoikamanu berpengalaman State of Origin, sementara Toia, Siua Wong, dan Salesi Foketi baru menjuarai grand final bersama Sydney Roosters 2026. Isaiya Katoa dianggap bintang masa depan di posisi half.

Izzy Rowe Pecahkan Rekor Poin Inggris dalam Satu Laga

Di kubu putri, Inggris tampil dominan saat membungkam Wales 70-4. Pemain terbaik laga, Izzy Rowe, menjadi sorotan setelah mencetak poin terbanyak yang pernah dibukukan pemain Inggris dalam satu pertandingan.

Rowe dipilih mendampingi Georgia Roche di posisi half, sementara Jenna Foubister memulai dari bangku cadangan. Keputusan pelatih Stu Barrow terbukti tepat: Rowe tajam dengan bola di tangan dan permainan tendangannya, baik dalam permainan maupun dari tee, berjalan sangat baik.

Foubister yang masuk kemudian juga menunjukkan nilainya lewat satu assist brilian. Inggris putri kini bersiap menghadapi Australia, ujian terbesar mereka sejauh ini.

Langkah Berikutnya: Menembus Tekanan Vegas

Tim putra Inggris tidak punya waktu lama untuk meratapi kekalahan. Laga pekan kedua melawan Australia menjadi penentu apakah jalan mereka ke semifinal masih terbuka.

McDermott menyebut gaya bermain berisiko sebagai pilihan sadar, dan kini ia dituntut menemukan keseimbangan antara keberanian menyerang dan ketenangan di 20 meter terakhir.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: skysports.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks