Pencarian

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Kualitas Udara di Unsri Tembus Angka 1.137

Senin, 19 Oktober 2026 • 09:32:31 WIB
Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Kualitas Udara di Unsri Tembus Angka 1.137
Kabut asap karhutla menyelimuti Palembang dengan kualitas udara di kawasan Unsri tercatat 1.137 pada pukul 04.00 WIB.

PALEMBANG — Pantauan aplikasi IQAir pada pukul 04.00 WIB menunjukkan polusi udara di sejumlah lokasi Palembang berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Kawasan Unsri menjadi titik tertinggi dengan angka 1.137, disusul Demang Lebar Daun di angka 900.

Dua kawasan itu masuk kategori berbahaya berdasarkan klasifikasi yang ditampilkan dalam pantauan tersebut. Sementara Musi 2 tercatat 333, Sukarami 288, dan GP Palembang 290.

Sukarami dan GP Palembang berada pada kategori sangat tidak sehat. Warga mengeluhkan mata perih hingga sesak napas akibat paparan asap yang terus mengepul sejak pagi.

Peta Sebaran Polusi di Lima Titik Palembang

Perbedaan angka antarwilayah cukup lebar. Jarak antara titik tertinggi di Unsri dan terendah di Sukarami mencapai 849 poin pada waktu pengamatan yang sama.

  • Unsri: 1.137 (berbahaya)
  • Demang Lebar Daun: 900 (berbahaya)
  • Musi 2: 333
  • GP Palembang: 290 (sangat tidak sehat)
  • Sukarami: 288 (sangat tidak sehat)

Angka-angka itu dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga warga diminta terus memantau perkembangan kualitas udara. Pemantauan berkala menjadi penting karena konsentrasi partikel halus bergerak mengikuti arah angin dan titik panas karhutla di sekitar kota.

Warga Masih Beraktivitas, Sebagian Olahraga Tanpa Masker

Aktivitas masyarakat tetap berlangsung di tengah kabut asap yang menyelimuti Palembang. Sebagian warga harus keluar rumah untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pantauan di lapangan masih menemukan warga berolahraga di luar ruangan tanpa masker pelindung yang memadai. Padahal, paparan polusi akibat asap karhutla berisiko mengganggu kesehatan.

Kelompok rentan menjadi yang paling terpapar: anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit pernapasan. Partikel halus dari asap dapat masuk jauh ke saluran napas dan memperburuk kondisi mereka yang punya riwayat asma atau gangguan paru.

Imbauan bagi Warga yang Harus Keluar Rumah

Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan disarankan memakai masker yang mampu menyaring partikel halus. Aktivitas fisik berat di luar rumah sebaiknya dikurangi selama kualitas udara belum membaik.

Jika mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk, warga diminta segera mencari pertolongan medis. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk berkepanjangan, nyeri dada, dan mata perih yang tak kunjung reda.

Kondisi udara Palembang menjadi pengingat agar warga lebih berhati-hati ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Pemantauan kualitas udara secara berkala tetap diperlukan sampai kabut asap surut.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumselupdate.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks