SUMATERA SELATAN — Saptoyogo Purnomo finis kedua di nomor 100 meter putra klasifikasi T37 Asian Para Games 2026 dengan waktu 11,35 detik. Sprinter Indonesia itu terpaut hanya 0,04 detik dari Ali Alnakhli asal Arab Saudi yang mengunci emas lewat catatan 11,31 detik.
Medali perak dari lintasan para atletik menambah koleksi kontingen Indonesia di ajang multicabang tersebut. Selisih 0,04 detik menjadi margin paling tipis yang pernah dialami Saptoyogo saat berhadapan dengan Ali Alnakhli, rival yang berulang kali ia temui di kompetisi level Asia.
Rekam Jejak Tiga Edisi Asian Para Games
Keikutsertaan di edisi kali ini menjadi yang ketiga bagi Saptoyogo. Pada Asian Para Games 2018 di Jakarta, ia pulang dengan dua medali emas dari nomor 100 meter dan 200 meter T37.
Empat tahun berselang di Hangzhou, atlet kelahiran Yogyakarta itu melampaui pencapaiannya sendiri. Tiga medali emas ia bawa dari nomor 100 meter, 200 meter, dan 400 meter T37.
Dengan hasil di nomor 100 meter kali ini, Saptoyogo kini mengoleksi lima emas dan satu perak dari tiga penampilan di pesta olahraga disabilitas terbesar Asia tersebut.
Cuaca Panas Jadi Kendala di Lintasan
Kondisi cuaca panas disebut menjadi salah satu penghambat Saptoyogo tampil maksimal. Suhu tinggi di arena lomba memengaruhi ritme lari sejak fase start, meski ia tetap mampu menempel ketat Ali Alnakhli hingga garis finis.
Ali Alnakhli sendiri bukan nama baru di lintasan T37. Pertemuan keduanya kerap berlangsung ketat, dan pada edisi kali ini sprinter Arab Saudi itu berhasil membalikkan keadaan.
Meski belum meraih emas, medali perak menegaskan konsistensi Saptoyogo di level Asia. Ia tercatat selalu naik podium di setiap edisi Asian Para Games yang ia ikuti.
Peluang Emas Masih Terbuka di Tiga Nomor
Perjuangan Saptoyogo belum selesai. Ia masih dijadwalkan turun di nomor 200 meter T37, 400 meter T37, dan 4x100 meter universal relay.
Nomor 200 meter dan 400 meter menjadi peluang terbesar untuk menambah emas, mengingat ia pernah menyapu bersih kedua nomor tersebut pada edisi 2022 di Hangzhou. Nomor estafet universal relay juga memberi kans tambahan karena formatnya menggabungkan atlet dari berbagai klasifikasi.
Kontingen para atletik Indonesia sendiri terus menambah pundi medali. Cabang para panahan lebih dulu menyumbang perak pertama, sementara Karisma Evi Tiarani mempersembahkan emas yang disertai momen haru saat Indonesia Raya berkumandang di arena lomba.
Jadwal Berikutnya
- 200 meter T37 — Saptoyogo Purnomo
- 400 meter T37 — Saptoyogo Purnomo
- 4x100 meter universal relay — tim Indonesia
Hasil di nomor 100 meter menempatkan Saptoyogo sebagai salah satu penyumbang medali paling konsisten bagi Indonesia di cabang para atletik sepanjang sejarah Asian Para Games.