PALEMBANG — Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, menyampaikan bahwa Kabupaten Empat Lawang diperkirakan menjadi wilayah paling awal memasuki musim hujan. Prediksi itu disusun BMKG berdasarkan materi prakiraan musim hujan yang dibuat pada 14 Oktober 2026.
Durasi musim hujan di Sumsel diperkirakan berkisar 16 hingga 27 dasarian atau periode sepuluh harian. Sebagian besar wilayah diprediksi mengalami musim hujan selama 19 hingga 24 dasarian.
Wilayah dengan Sifat Hujan di Atas Normal
Dari sisi sifat hujan, sebagian besar wilayah Sumsel diprediksi berada dalam kategori normal. Sifat hujan di atas normal diperkirakan terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, wilayah barat Kabupaten Musi Banyuasin, sebagian besar Kabupaten Empat Lawang, bagian selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), serta Kabupaten OKU Selatan.
BMKG mencatat dinamika atmosfer turut memengaruhi kondisi musim hujan mendatang. El Niño pada periode Juli-Agustus-September 2026 berada dalam kategori sangat kuat dengan anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 sebesar +2,63, dan kondisi itu diprediksi bertahan hingga awal 2027.
"Sementara itu, Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral dengan indeks +0,423, tetapi berpeluang memasuki fase positif hingga akhir 2026. Angin timuran atau Monsun Australia masih mendominasi, sedangkan Monsun Asia diperkirakan mulai memasuki wilayah Indonesia pada November 2026," ujar Wandayantolis, Selasa (21/10/2026).
Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Hujan di Bawah Normal
Musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Sumsel dimulai pada waktu yang sama hingga lebih cepat satu sampai tiga dasarian dibandingkan kondisi normal. Musim kemarau mulai berlangsung pada pertengahan Mei 2026 di Palembang dan sekitarnya, sedangkan sebagian besar wilayah Sumsel memasukinya pada Juni 2026.
Sifat hujan selama musim kemarau tercatat berada dalam kategori di bawah normal. Kondisi itu membuat BMKG mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada September-Oktober, seiring mundurnya awal musim hujan.
Rekomendasi BMKG untuk Pertanian hingga Energi
Menghadapi musim hujan mendatang, BMKG merekomendasikan sejumlah penyesuaian di tiap sektor. Di bidang pertanian, petani diminta menyesuaikan jadwal tanam, memakai varietas dengan siklus tanam lebih pendek, serta mengendalikan organisme pengganggu tanaman.
- Sektor sumber daya air: optimalisasi tampungan air, pengelolaan drainase, dan konservasi air.
- Sektor kesehatan: pemberantasan sarang nyamuk dan kesiapan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus demam berdarah serta penyakit terkait genangan air dan banjir.
- Sektor energi: pengaturan aliran masuk air (inflow), elevasi waduk, dan pelepasan air secara proporsional untuk mendukung operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Memasuki periode awal hingga puncak musim hujan, BMKG meminta optimalisasi drainase dan kesiapan evakuasi guna mengantisipasi potensi banjir dan tanah longsor. Prakiraan musim hujan 2026/2027 ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan berbagai sektor dalam menyusun perencanaan serta langkah antisipasi sesuai kondisi iklim di Sumsel.