Pencarian

16.670 Titik Panas Kepung Sumsel Sepanjang September 2026, Lampaui Rekor Karhutla 2015

Rabu, 16 September 2026 • 22:47:31 WIB
16.670 Titik Panas Kepung Sumsel Sepanjang September 2026, Lampaui Rekor Karhutla 2015
BPBD Sumsel mencatat 16.670 titik panas tersebar di seluruh kabupaten dan kota selama 1–16 September 2026.

PALEMBANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan mencatat 16.670 titik panas tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi itu selama 1–16 September 2026. Angka itu menjadi akumulasi tertinggi dibanding periode sebelumnya, sekaligus melampaui catatan tahun 2015 yang selama ini jadi salah satu periode karhutla terburuk di Sumsel.

Pada 2015, akumulasi hotspot tertinggi dalam satu bulan tercatat 11.584 titik pada Oktober, sedangkan September 2015 mencapai 11.285 titik. Artinya, capaian dua pekan pertama September 2026 sudah melewati puncak bulanan periode terburuk sedekade terakhir.

Ogan Komering Ilir dan Banyuasin Jadi Titik Terpadat

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memimpin dengan 548 titik panas, terdiri dari 216 titik di lahan mineral dan 332 titik di kawasan gambut. Posisi kedua ditempati Banyuasin dengan 431 titik, yang terdiri dari 97 titik mineral dan 334 titik gambut.

Musi Banyuasin menyusul dengan 304 titik, dengan rincian 231 titik mineral dan 73 titik gambut. Musi Rawas mencatat 289 titik, didominasi lahan mineral sebanyak 285 titik dan hanya empat titik gambut.

Musi Rawas Utara memiliki 263 titik, terdiri dari 166 titik mineral dan 97 titik gambut. Muara Enim mencatat 258 titik dengan 125 titik mineral dan 133 titik gambut, sementara OKU Timur tercatat 150 titik panas.

Gambut dan El Nino Perpanjang Ancaman Karhutla

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan tingginya jumlah hotspot menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, titik panas di wilayah bergambut perlu diwaspadai lebih serius.

"Keberadaan hotspot di sejumlah wilayah, terutama daerah yang memiliki kawasan gambut, menjadi salah satu indikator yang perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan potensi terjadinya karhutla," ujar Sudirman, Rabu (16/9/2026).

Sudirman menyebut kondisi tersebut terjadi ketika Sumsel memasuki puncak musim kemarau yang berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino panjang. "Saat ini Sumsel memasuki puncak musim kemarau di El Nino yang panjang," katanya.

Pemda dan Tim Karhutla Perkuat Pencegahan di Lahan Gambut

Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan karhutla memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran, terutama di wilayah dengan karakteristik lahan gambut. Sebaran titik panas yang merata di hampir seluruh kabupaten/kota membuat pengawasan tidak bisa dipusatkan di satu wilayah saja.

Dominasi lahan gambut di OKI, Banyuasin, dan Muara Enim menjadi perhatian tersendiri karena api di kawasan gambut lebih sulit dipadamkan dan berpotensi menimbulkan asap lintas provinsi. Pemantauan titik panas disebut terus diperbarui seiring masuknya laporan harian dari daerah.

BPBD Sumsel menegaskan keberadaan hotspot di sejumlah wilayah menjadi salah satu indikator yang perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan potensi terjadinya karhutla. Warga di sekitar kawasan gambut diminta melaporkan cepat jika menemukan titik api atau asap agar penanganan tidak meluas.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks