LAHAT — Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih SH MH menekankan pentingnya penguatan potensi lokal untuk membantu menopang PAD. Hal itu ia sampaikan saat rapat paripurna ke-13 DPRD Kabupaten Lahat tentang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RKUA-PPAS) APBD 2027.
Rapat dipimpin Wakil Ketua 1 DPRD Lahat Andriansyah SH dan Wakil Ketua 2 Gaharu SE MM. Hadir pula Forkopimda, Sekretaris Daerah DR Ir H Izromaita Msi, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurut Widia, langkah itu dinilai bakal optimal mengingat pemerintah kembali melakukan efisiensi berkisar Rp 700 miliar.
Tema Pembangunan Lahat 2027: Akselerasi Penurunan Kemiskinan
Widia menyebut tema pembangunan Kabupaten Lahat 2027 adalah akselerasi penurunan kemiskinan dan penguatan daya saing daerah. Tema itu dijalankan melalui ekonomi lokal yang inklusif, layanan dasar berkualitas, dan berkelanjutan sesuai prioritas daerah.
"Prioritas pertama penguatan ekonomi inklusif berbasis potensi lokal dan mengirimilisasi investasi dan pariwisata serta kemandirian fiskal," ujarnya.
Prioritas Kedua: Kualitas SDM dan Perlindungan Sosial
Widia menambahkan, prioritas kedua adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan perlindungan sosial. Fokusnya untuk percepatan penurunan kemiskinan dan ketimpangan.
"Prioritas yang ketiga adalah penguatan infrastruktur dasar kualitas lingkungan ketahanan bencana, dan tata kelola pemerintahan digital selain tahun 2027 juga diarahkan, pada penguatan manajemen penyelenggaraan pemerintahan," sebutnya.
Pemerintahan Digital dan Antisipasi Dinamika Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Lahat, kata Widia, mengarahkan pembangunan 2027 pada penguatan manajemen penyelenggaraan pemerintahan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengendalian untuk meningkatkan kualitas pembangunan daerah.
"Agar tetap responsif dan fleksibel sebagai alat peredam dari berbagai dinamika ke depan. Hal tersebut bertujuan untuk tetap menjaga pemulihan ekonomi agar tetap berlanjut," imbau Widia Ningsih.