NATUNA — Tanah hibah dari warga Pulau Midai itu bakal dijadikan aset strategis untuk mendukung pengamanan wilayah perairan yang kerap menjadi jalur lintas kapal asing dan kapal ikan dari luar daerah. Danlanal Ranai menyebut pemanfaatan aset ini diharapkan menunjang pembangunan serta meningkatkan potensi daerah setempat.
“Tanah ini secara simbolis telah diserahkan pada Jumat lalu,” ucap Yusuf Yanto di Natuna, Selasa (8/9).
Dukungan untuk Penguatan Posal Midai
Yusuf menjelaskan, tanah yang dihibahkan tersebut akan difungsikan sebagai aset pengembangan Pos TNI AL Midai (Posal Midai). Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kehadiran TNI AL di titik terluar Indonesia yang berbatasan dengan negara tetangga.
“Ke depan kami akan manfaatkan tanah ini menjadi aset pengembangan Pos TNI AL Midai,” ujar dia.
Administrasi Sertifikat Segera Diurus
Meski tanah tersebut belum memiliki sertifikat, pihak TNI AL memastikan proses administrasi akan segera dibereskan. Yusuf menyebut pengurusan kelengkapan dokumen akan dilakukan melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menghindari potensi sengketa di kemudian hari.
“Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah setempat dan masyarakat atas dukungan kepada TNI AL,” katanya.
Sinergi Tiga Pilar di Pulau Terluar
Camat Midai Zulfani Afwan menilai hibah tanah ini menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan TNI AL. Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk mendukung pembangunan dan kepentingan masyarakat di wilayah yang masuk kategori daerah terdepan tersebut.
“Semoga tanah ini bisa dimanfaatkan untuk pembangunan, sehingga dapat memberi kenyamanan serta keamanan di laut kami,” kata Zulfani.
Wilayah Pulau Midai selama ini dikenal sebagai salah satu jalur perlintasan kapal, baik kapal asing maupun kapal ikan dari luar daerah. Kehadiran Posal yang lebih representatif diharapkan memperkuat pengawasan dan pengamanan di perairan Natuna yang rawan aktivitas ilegal.