Pencarian

Kementerian P2MI: 215 Ribu Lowongan Kerja Luar Negeri Buka untuk Lulusan SMK

Rabu, 02 September 2026 • 20:01:31 WIB
Kementerian P2MI: 215 Ribu Lowongan Kerja Luar Negeri Buka untuk Lulusan SMK
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani menyampaikan paparan dalam konferensi pers terkait 215 ribu lowongan kerja luar negeri bagi lulusan SMK di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melaporkan adanya ratusan ribu posisi kerja di luar negeri yang masih kosong. Dari total 289.938 peluang yang tercatat dalam Sistem Informasi Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI), baru 74.335 posisi atau 25,64 persen yang terisi hingga akhir Agustus 2026. Artinya, masih ada 215.603 pekerjaan yang bisa dilamar tenaga kerja Indonesia.

Plh. Menteri P2MI sekaligus Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, mengungkapkan kondisi ini dalam konferensi pers bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari, Rabu (2/9). Ia menyebut peluang ini harus diisi oleh sumber daya manusia yang kompeten dan memenuhi kualifikasi industri.

Peluang 215 Ribu Posisi dan Target Penempatan hingga 2029

Pemerintah menargetkan penempatan 500.000 tenaga kerja Indonesia ke pasar internasional secara bertahap hingga 2029. Angka ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan komposisi 300.000 calon pekerja migran lulusan SMK dan 200.000 dari kalangan umum.

Target penempatan tahunan terus meningkat: 40.000 orang pada 2026, 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029. Sektor yang menjadi sasaran utama meliputi perawat, caregiver atau careworker, tukang las (welder), sopir bus dan truk, hospitality, serta sektor prioritas lainnya.

Negara Tujuan dan Kualifikasi yang Dibutuhkan

Negara tujuan penempatan terbentang dari Asia hingga Eropa. Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan menjadi pasar utama di Asia, disusul Malaysia dan Singapura. Sementara di Eropa, Jerman, Turki, dan sejumlah negara kawasan Eropa membuka kebutuhan tenaga kerja Indonesia.

Christina menegaskan program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan, melainkan memastikan kompetensi peserta benar-benar terhubung dengan kebutuhan industri dan berakhir pada penempatan kerja. "Program SMK Go Global dibentuk untuk memberi akses kepada lulusan pendidikan vokasi menuju pasar kerja global. Kita tidak hanya bicara pelatihan, tetapi bagaimana kompetensi yang dimiliki benar-benar terhubung dengan kebutuhan industri dan berujung pada penempatan," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Gelombang 3 Dibuka 1–11 September 2026, Tanpa Biaya Pelatihan

Pada 2026, pelaksanaan SMK Go Global dibagi dalam dua batch. Untuk Batch 1 gelombang 1 dan 2, sebanyak 3.340 peserta telah terpilih mengikuti pelatihan di 167 kelas yang tersebar di 20 wilayah kerja BP3MI. Pendaftaran Batch 1 Gelombang 3 masih dibuka pada 1–11 September 2026.

Salah satu daya tarik utama program ini adalah pembiayaan penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Peserta tidak dikenakan biaya selama mengikuti pelatihan. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan kesiapan kerja, informasi peluang kerja, serta fasilitasi pencocokan pekerjaan dengan mitra industri dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Informasi lengkap mengenai syarat pendaftaran dan jadwal seleksi dapat diakses melalui website resmi Kementerian P2MI atau kantor BP3MI di wilayah masing-masing.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: nasional.tvrinews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks