PALEMBANG — Universitas Sriwijaya tidak hanya berhenti pada kajian teoretis. Melalui penelitian Hilirisasi Kerja Sama Berdampak, tim yang diketuai Prof. Dr. Hartati, M.Kes. ini menyiapkan teknologi yang bisa dipakai warga untuk mengetahui kondisi kebugaran tubuh secara objektif dan berkelanjutan.
FGD yang digelar di Palembang itu menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai kampus, mulai dari Prof. Dr. Nurkadri, M.Pd. dari Universitas Negeri Medan, Prof. Dipl.-Ing. Ir. Amrifan Saladin Mohruni, Ph.D. dari Unsri, Dr. Budiman Agung, M.Pd. dari Universitas PGRI Kediri, hingga Dr. Ahmad Khudri, M.Kom. dari Universitas Bina Darma.
Bukan Sekadar Produk, tapi Solusi Kebugaran Masyarakat
Para peserta menekankan bahwa pengembangan teknologi ini tidak boleh berhenti pada penciptaan produk semata. Sriwijaya Sport Technology diarahkan untuk menjadi solusi nyata bagi kebutuhan kebugaran warga Sumatera Selatan.
Sistem yang dikembangkan nantinya diharapkan mampu memberikan informasi yang membantu masyarakat menentukan aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing. Dengan begitu, olahraga tidak lagi dilakukan asal-asalan, melainkan terukur dan terarah.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Hasil yang Berkelanjutan
Pengembangan teknologi ini tidak berjalan sendiri. FGD yang digelar di Palembang itu turut melibatkan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumatera Selatan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Selatan, RS YK Madira, serta Universitas Bina Darma.
Keterlibatan pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan, layanan kesehatan, hingga komunitas olahraga menjadi kunci agar hasil penelitian ini bisa benar-benar dihilirkan. Sinergi ini diperlukan supaya inovasi yang lahir dari kampus dapat diterima dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat luas.
Membangun Budaya Hidup Aktif Berbasis Data
Ke depan, Sriwijaya Sport Technology diharapkan menjadi bagian dari ekosistem olahraga masyarakat Sumatera Selatan. Teknologi ini dirancang untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan, data, dan kebutuhan warga dalam satu platform yang mudah digunakan.
Melalui inovasi ini, aktivitas fisik tidak lagi dipandang sekadar rutinitas, tetapi menjadi gaya hidup yang berorientasi pada peningkatan kebugaran dan kualitas hidup. Masyarakat dapat memantau perkembangan kebugarannya secara berkala dan lebih termotivasi untuk bergerak aktif.
Dengan pendekatan berbasis teknologi ini, diharapkan budaya hidup aktif di Sumatera Selatan dapat terbangun secara lebih terukur dan berkelanjutan.