Pencarian

14 PCNU se-Sumatera Selatan Kompak Dukung Gus Yusuf Maju Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar Jombang

Kamis, 13 Agustus 2026 • 11:20:31 WIB
14 PCNU se-Sumatera Selatan Kompak Dukung Gus Yusuf Maju Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar Jombang
Ketua dan jajaran pengurus 14 PCNU se-Sumatera Selatan menghadiri forum silaturahmi di Palembang, 10 Agustus 2026.

PALEMBANG — Langkah Gus Yusuf menuju pucuk pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin mendapat angin segar. Seluruh pengurus cabang NU di Sumatera Selatan, yang berjumlah 14 PCNU, kompak menyatakan dukungannya untuk KH Muhammad Yusuf Chudlori pada Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur.

Kesepakatan bulat ini dihasilkan dalam forum silaturahmi para ketua dan jajaran pengurus PCNU se-Sumsel yang berlangsung pada 10 Agustus 2026 di Hotel Classie, Palembang. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang diskusi intensif menjelang keberangkatan mereka ke Jombang untuk mengikuti forum permusyawaratan tertinggi organisasi.

Dinilai Sosok Paling Tepat dan Membumi

Ketua PCNU Musi Banyuasin (Muba), KH Jazuli, mengungkapkan bahwa dukungan tersebut bukan tanpa pertimbangan matang. Hasil diskusi bersama para ketua PCNU lain se-Sumsel menunjuk Gus Yusuf sebagai figur yang paling tepat untuk memimpin organisasi ke depan.

"Hasil diskusi kami dengan para ketua yang lain, Gus Yusuf ini sosok paling tepat, maka kami berharap dan meminang Gus Yusuf untuk menjadi Ketua Umum PBNU," ujar KH Jazuli di sela-sela silaturahmi dengan para ketua PCNU se-Sumsel.

Para pengurus PCNU di Sumatera Selatan menilai Gus Yusuf memiliki rekam jejak kepemimpinan yang solid. Ia disebut sebagai sosok energik dengan program kerja yang membumi, sekaligus dinilai mampu mengembalikan soliditas di dalam tubuh PBNU.

Rekam Jejak Pengasuh Pesantren 15.000 Santri

Nama Gus Yusuf bukanlah wajah baru di kancah organisasi. Ia adalah putra bungsu KH Chudlori, pendiri Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang. Perjalanan intelektualnya dimulai dari Pesantren Lirboyo, Kediri, lalu melanjutkan ke Kebumen dan Banyumas, sebelum akhirnya mengasuh dan mengembangkan API Tegalrejo bersama keluarga besar pengasuh.

Di bawah kepemimpinannya, API Tegalrejo berhasil memadukan tradisi salaf dengan sistem pendidikan modern melalui Yayasan Syubbanul Wathon. Lembaga ini menaungi jenjang pendidikan dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, dengan jumlah santri mencapai 15.000 orang.

Selain fokus pada pendidikan, Gus Yusuf juga aktif merintis media dakwah, layanan kesehatan umat, hingga program pemberdayaan ekonomi santri. Kiprahnya yang luas ini disebut-sebut membuat warga Nahdliyin di Sumsel kagum dan meyakini kapasitasnya sebagai organisatoris ulung.

Dengan dukungan dari 14 PCNU se-Sumatera Selatan ini, posisi Gus Yusuf kian menguat menjelang pemilihan Ketua Umum PBNU periode mendatang. Dukungan dari akar rumput NU di berbagai daerah pun terus berdatangan. (*)

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumselindependen.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks