MUARA ENIM — Wagub Sumsel H Cik Ujang memilih Masjid Darussalam di Desa Kepur, Kecamatan Kepur, Kabupaten Muara Enim sebagai lokasi Safari Jumat pekan ini. Dalam kunjungannya, ia tidak hanya menunaikan ibadah salat berjamaah, tetapi juga menyerahkan bantuan sosial berupa Al-Quran dan santunan BAZNAS Sumsel untuk masyarakat sekitar.
Kedatangan orang nomor dua di Sumsel itu disambut antusias warga yang telah menunggu di area masjid. Cik Ujang mengaku terkesan dengan sambutan hangat tersebut dan menyebut kunjungannya merupakan bentuk silaturahmi langsung dengan masyarakat.
Pesan Wagub soal Gotong Royong di Balik Megahnya Masjid
Dalam sambutannya, Cik Ujang menyoroti perkembangan fisik Masjid Darussalam yang dinilainya kini berdiri megah, luas, dan nyaman. Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari kekompakan warga Desa Kepur dalam bergotong royong membangun sarana ibadah.
"Saya yakin masjid ini sudah lama berdiri. Kalau dilihat dari tiangnya yang banyak, dulunya pasti berukuran kecil. Lambat laun terus berkembang menjadi lebih besar hingga seperti sekarang. Semua itu tentu berkat gotong royong dan kekompakan masyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kebersamaan merupakan modal utama dalam membangun lingkungan. Cik Ujang meyakini berbagai tantangan pembangunan dapat diatasi apabila warga tetap bersatu.
"Kalau kita kompak, tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Semua pasti bisa dicapai," katanya.
Bantuan untuk Kegiatan Keagamaan di Desa Kepur
Penyerahan bantuan dilakukan langsung di serambi masjid seusai salat Jumat. Cik Ujang menitipkan pesan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pengurus masjid dan masyarakat, khususnya untuk menunjang aktivitas keagamaan di Desa Kepur.
"Tolong diterima bantuan ini. Jangan dinilai dari isinya, tetapi lihatlah sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan kita," tutup Cik Ujang.
Kegiatan Safari Jumat ini merupakan agenda rutin jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel untuk menjangkau daerah-daerah di luar Palembang, sekaligus memantau langsung kondisi masyarakat di tingkat desa.