PALEMBANG — Investasi pada sumber daya manusia menjadi kunci utama untuk mendongkrak produktivitas kelapa sawit rakyat tanpa perlu membuka lahan baru. Hal ini yang mendasari digelarnya pelatihan intensif bagi 128 pekebun asal Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, yang berlangsung di sebuah hotel di Palembang.
Program yang merupakan bagian dari Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 ini dibagi ke dalam empat angkatan, yakni Angkatan XVII, XVIII, XIX, dan XX. Para peserta dibekali kemampuan teknis budidaya yang tidak hanya berhenti pada teori di kelas, tetapi juga praktikum dan kunjungan lapangan.
Investasi Manusia Disebut Lebih Penting dari Luas Lahan
Tim Trainer IPB Training, Prof. Haryadi, menegaskan bahwa keberhasilan usaha tani sawit tidak ditentukan semata-mata oleh luas lahan atau ketersediaan sarana produksi. Menurutnya, kemampuan petani dalam menerapkan teknik budidaya yang benar pada setiap tahapan merupakan faktor penentu utama.
“Investasi terbaik di sektor kelapa sawit adalah investasi pada manusianya. Ketika pekebun memahami cara budidaya yang benar dan mampu menerapkannya secara konsisten, produktivitas kebun akan meningkat tanpa harus membuka lahan baru,” ujar Prof. Haryadi.
Pembukaan Resmi Dihadiri Pejabat Provinsi dan Kabupaten
Kegiatan pembukaan pelatihan turut dihadiri oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Herlan Kagami, serta Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Rawas, Kgs. M. Effendi Fery. Hadir pula Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan BPPSDMP, Dr. M. Apuk Ismane, beserta perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan.
Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memajukan sektor perkebunan kelapa sawit. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemampuan pekebun agar mampu bersaing dan meningkatkan kesejahteraan.
Metode Pelatihan Kombinasikan Teori dan Praktik di Kebun
Proses pembelajaran dalam pelatihan ini tidak hanya berfokus pada materi di dalam ruangan. Para peserta diajak untuk melakukan praktikum dan kunjungan lapangan agar memiliki pengalaman langsung dalam mengaplikasikan teknologi budidaya di kebun.
Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan para pekebun tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga terampil secara teknis. Dengan kompetensi yang semakin baik, diharapkan produktivitas kebun rakyat di Musi Rawas dapat meningkat dan berdampak pada daya saing industri kelapa sawit Indonesia secara keseluruhan.