MUARA ENIM — Luas lahan yang terbakar di Desa Suka Maju bertambah setengah hektare dalam sehari terakhir. Sebelumnya, pada Kamis (30/7), area yang hangus tercatat 8 hektare, namun meluas menjadi 8,5 hektare karena jarak tempuh ke lokasi cukup jauh dan tidak ada hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, mengatakan pemadaman hari ini merupakan hari ketujuh pasca-karhutla terjadi pada Jumat (24/7) pukul 13.10 WIB. "Hari ini merupakan pemadaman hari ke tujuh pasca-karhutla terjadi di Desa Suka Maju," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA dari Palembang, Jumat.
Tim Gabungan dan Peralatan yang Dikerahkan ke Lokasi
Pemadaman melibatkan personel dari TRC BPBD Posko Gelumbang, Manggala Agni, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga sekitar. Mereka menempuh perjalanan sekitar 27 kilometer dari posko karhutla Gelumbang untuk mencapai titik api.
Sejumlah peralatan dibawa untuk mempercepat pemadaman, di antaranya satu unit kendaraan roda empat, 11 unit roda dua, satu unit mobil pemadam kebakaran, empat set mesin jinjing, dan empat roll selang machino.
Mengapa Api Sulit Dipadamkan?
Kondisi cuaca tanpa hujan menjadi kendala utama di lapangan. Selain itu, akses menuju titik api yang jauh membuat mobilisasi alat dan personel memakan waktu lebih lama, sehingga api sempat meluas sebelum berhasil dijinakkan.
Upaya pemadaman dari udara terus dilakukan dengan mengerahkan dua unit helikopter water bombing. "Pemadaman menggunakan dua unit helikopter water bombing juga tetap dilakukan untuk melakukan penyiraman dari jalur udara agar api cepat padam," ujar Abdurrozieq.
Dari total 8,5 hektare lahan yang terbakar, lebih dari 6 hektare dilaporkan berhasil dipadamkan pada hari Kamis. Pemadaman dilanjutkan hari ini untuk menuntaskan sisa titik api yang masih menyala di kawasan tersebut.