Pencarian

Meta Buktikan AI Bisa Percepat Peluncuran Aplikasi Baru, Threads Jadi Andalan

Jumat, 31 Juli 2026 • 01:35:01 WIB
Meta Buktikan AI Bisa Percepat Peluncuran Aplikasi Baru, Threads Jadi Andalan
Meta menggunakan kecerdasan buatan untuk mempercepat pengembangan aplikasi baru, dengan Threads sebagai salah satu andalan.

SUMATERA SELATAN — Meta akhirnya menemukan formula baru untuk mempercepat inovasi aplikasi: kecerdasan buatan. Dalam panggilan pendapatan kuartal kedua pekan ini, CEO Mark Zuckerberg mengungkapkan bahwa perusahaan tengah menyiapkan lebih banyak aplikasi konsumen anyar. Langkah ini mengikuti peluncuran beberapa aplikasi terbaru, termasuk aplikasi khusus untuk penjual Marketplace, pengelola grup Facebook, aplikasi game yang dibuat dengan teknik vibe-coding, aplikasi foto baru dari Instagram, hingga eksperimen dongeng tidur berbasis AI.

“AI membantu tim kami mempercepat pengembangan produk,” kata Zuckerberg kepada investor, Rabu (30/7). “Awal tahun ini kami merilis Instagram Instants. Kami juga baru meluncurkan Forum, aplikasi Groups mandiri, dan Seller, aplikasi Marketplace mandiri. Saya rasa ke depannya akan jauh lebih mudah untuk meluncurkan aplikasi baru. Kami berencana mengembangkan lebih banyak ide dan menggunakan sistem rekomendasi untuk memperluas jangkauannya.”

Kegagalan Bertahun-Tahun, Kini Ada Harapan Baru

Meta bukanlah pemain baru dalam urusan melahirkan aplikasi sosial. Di era awal Facebook, perusahaan sempat menjalankan inkubator internal bernama Creative Labs yang melahirkan Slingshot, Rooms, Paper, Moments, dan Riff. Semua aplikasi itu ditutup pada 2015 karena gagal menarik audiens.

Pada awal 2020-an, Meta kembali mencoba lewat kelompok riset internal NPE Team. Lahirlah Bump, Aux, Move, Spark, CatchUp, E.gg, Venue, Hotline, Super, Tuned, BARS, dan lainnya. Lagi-lagi, tak satu pun menjadi sukses besar. Semua akhirnya dihentikan.

Kini, ceritanya berbeda. Meta akhirnya memiliki satu aplikasi yang bisa dibilang cukup berhasil: Threads. Platform mikroblog ini kini mengantongi 500 juta pengguna aktif bulanan. Zuckerberg optimistis Threads suatu hari akan menjadi aplikasi dengan satu miliar pengguna berikutnya milik Meta.

Peran Kunci AI dalam Rekomendasi Konten

Keberhasilan Threads tidak lepas dari peran besar AI. Meta belajar untuk memanfaatkan basis pengguna eksisting dari Facebook dan Instagram untuk menyemai pengguna awal. Namun, faktor pembeda utamanya adalah sistem rekomendasi konten bertenaga large language model (LLM).

“Kami menemukan bahwa LLM semakin mampu memberikan peningkatan signifikan dalam peringkat dan rekomendasi,” ujar CFO Meta, Susan Li. “Pertama, mereka membuat sistem kami lebih pintar dalam memahami isi konten dan menghasilkan data pelatihan yang lebih baik. Kedua, agen bertenaga LLM juga membantu pengembangan teknik dengan mengevaluasi kualitas konten, mendeteksi tren, dan menguji perubahan peringkat.”

Li menambahkan, sejak awal tahun ini, setiap Reel dan unggahan di Instagram sudah secara otomatis diproses melalui LLM untuk dianalisis topik dan nadanya. Hasilnya, rekomendasi konten menjadi jauh lebih relevan. Meta juga tengah mengembangkan sistem rekomendasi native berbasis LLM yang diyakini bisa membantu aplikasi anyar untuk tumbuh lebih cepat.

Apa Selanjutnya untuk Pengguna?

Meski investor lebih banyak bertanya soal belanja AI dan ambisi enterprise Meta, Zuckerberg memberi kode bahwa produk konsumen anyar akan segera hadir. “Kami akan merilis lebih banyak produk baru dalam waktu dekat,” janjinya.

Bagi pengguna di Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Meta selama ini dikenal lewat Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang sudah mendarah daging. Jika strategi AI terbukti efektif, bukan tidak mungkin kita akan melihat lebih banyak aplikasi kecil yang fokus pada kebutuhan spesifik — mulai dari belanja, komunitas, hingga hiburan — yang bisa diunduh secara mandiri.

Follow sumseloke.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks