PALEMBANG — Kelurahan Sungai Buah di Palembang tengah bersaing menuju level nasional dalam Program Kampung Iklim (Proklim). Tim verifikator dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah turun ke lapangan untuk menilai langsung berbagai kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dijalankan warga bersama PT Pusri.
Tiga Aspek Utama yang Dinilai Tim KLHK
Proklim Sungai Buah tidak hanya soal penghijauan. Ada tiga pilar yang diverifikasi tim pusat: adaptasi perubahan iklim, mitigasi, dan penguatan kelembagaan masyarakat. Pada aspek adaptasi, warga sudah membuat sumur resapan, lubang biopori, taman lingkungan, hingga budidaya hidroponik dan vertical garden di lahan terbatas.
Sementara dari sisi mitigasi, pengelolaan sampah menjadi fokus utama. Bank sampah dan pengolahan sampah organik menjadi kompos sudah berjalan. Inovasi pemanfaatan limbah juga mulai memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.
Peran Aktif Warga dan Pendampingan Pusri
Keberhasilan program ini dinilai tidak lepas dari konsistensi warga. Ketua Kelompok Proklim Sungai Buah menyebut bahwa kegiatan seperti pengelolaan sampah dan penghijauan kini menjadi rutinitas yang dilakukan bersama. “Dengan adanya program ini, masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi.
VP TJSL PT Pusri menegaskan bahwa perusahaan hadir sebagai fasilitator, bukan sekadar donor. “Pusri berkomitmen untuk terus mendukung program lingkungan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Kami mendorong masyarakat agar semakin mandiri dalam melakukan aksi nyata menjaga lingkungan,” katanya.
Menuju Proklim Utama atau Lestari Nasional
Verifikasi lapangan oleh tim KLHK menjadi tahap krusial. Jika lolos, status Proklim Sungai Buah akan naik ke kategori utama atau bahkan lestari—level tertinggi dalam program Kampung Iklim nasional. Penilaian mencakup dokumentasi kegiatan, dampak nyata di lapangan, serta keberlanjutan program.
PT Pusri sendiri terus memperkuat program TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kolaborasi antara industri dan warga seperti di Sungai Buah diharapkan menjadi model bagi kelurahan lain di Sumatera Selatan.